Connect with us

Tokoh Nasional Indonesia

Unik, Inilah Cara Elan Jaelani Tingkatkan Minat Baca Anak Indonesia

Elan Jaelani ternyata punya cara unik untuk meningkatkan minat baca anak Indonesia, yakni melalui perpustakaan sampah, seperti apa?

perpustakaan sampah
Photo: PxHere

Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, khususnya di kota Bogor, membuat hari Elan Jaelani tergerak. Dengan bermodalkan semangat, beberapa perlengkapan pendukung, dan tempat tinggalnya, dia memutuskan untuk membuka perpustakaan sekaligus bank sampah bagi masyarakat. Langkah kecil ini ternyata membuahkan hasil positif dan mengantarkannya ke berbagai prestasi dan penghargaan. Bahkan dirinya juga sempat diundang menjadi tamu kehormatan di Istana Negara.

Melihat Dunia Lewat Sampah

Perpustakaan Elan Jaelani tampak sedikit berbeda dan unik bila dibandingkan dengan perpustakaan lainnya di mana pun. Perpustakaan yang berada di tempat tinggalnya di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Bogor tersebut mengharuskan siapa saja termasuk anak-anak untuk menyumbangkan sampah plastik jika ingin membaca buku atau meminjamnya.

Semakin banyak sampah plastik yang dibawa, maka akan semakin baik. Perpustakaan yang didirikan pada 2015 ini memberikan bimbingan gratis kepada anak-anak sekitar untuk mengembangkan minat dan bakatnya masing-masing. Demikianlah perpustakaan milik Elan Jaelani juga menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Indonesia sekaligus meningkatkan kepedulian mengenai lingkungan, khususnya dalam penanganan sampah plastik yang kian hari kian memperburuk kondisi lingkungan kita.

Biasanya perpustakaan mini ini ramai dikunjungi setelah jam pulang sekolah. Umumnya yang datang adalah pelajar SD di sekitar lingkungan perpustakaan. Namun, Elan Jaelani tidak membatasi hanya untuk pelajar. Baginya, siapa pun boleh membaca dan menambah wawasan di perpustakaannya asalkan membawa sampah plastik untuk ditabung.

Baca juga:  Kisah Dede Oetomo, Perjuangkan Hak-Hak Kaum LGBT di Indonesia

Membantu Masyarakat Sekitar

Apa yang dilakukan oleh Elan Jaelani mendapatkan respons positif bagi masyarakat. Pasalnya, tidak hanya lingkungan yang semakin bersih dan minat baca masyarakat yang meningkat, perpustakaan ini juga sangat membantu perekonomian masyarakat. Sampah yang dibawa warga atau pengunjung nantinya akan ditimbang. Sebagai gantinya, masyarakat bebas memilih berupa makanan, jajanan, atau uang. Akan tetapi, uang itu tidak diambil, melainkan ditabung.

Rata-rata sampah yang dibawa memang kurang dari satu kilogram. Maka, sampah perlu ditabung terlebih dahulu hingga mencapai satu kilogram. Per kilogramnya sampah itu dihargai Rp2.000 hingga Rp2.500. Anak-anak biasanya dapat menukarkannya dengan jajanan atau ditabung untuk keperluan besar seperti misalnya untuk Lebaran.

Selain anak-anak, perpustakaan milik Elan Jaelani juga diminati oleh para ibu rumah tangga. Para ibu rumah tangga di kampung Pamoyanan merasa sangat terbantu dengan adanya bank sampah. Dari situlah nantinya para ibu-ibu menukarkan sampah dengan produk kebutuhan sehari-hari seperti bumbu dapur dan sabun cuci.

Bertemu dengan Presiden

Upaya pria lulusan S-1 Sistem Informasi STMIK M.H. Thamrin Jakarta ini pun telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya antara lain adalah peringkat dua lomba pelopor pengelolaan sampah 2016 oleh Pemerintah Kota Bogor. Di tahun yang sama, dia juga meraih penghargaan Gerakan Kebaikan Keluarga Indonesia dalam rangka Hari Keluarga Nasional XXII 2016 oleh GiGa Indonesia yang didukung oleh BKKBN, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta IPB.

Baca juga:  Sosok-sosok di Balik Keputusan Deddy Corbuzier Mualaf

Tidak hanya itu, Elan Jaelani juga mendapatkan penghargaan bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo bersama rekan-rekan pegiat literasi lain se-Indonesia dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2017 lalu. Pada awalnya, Elan Jaelani sempat tidak percaya jika mendapatkan undangan khusus bertemu presiden. Setelah dikonfirmasi, ternyata hal itu benar dan Elan dapat memaparkan kegiatannya kepada para tamu undangan, termasuk Menteri Pendidikan kala itu, Muhadjir Effendi.

Setidaknya, apa yang dilakukan oleh Elan Jaelani ini dapat memotivasi kita untuk berbuat baik terhadap sesama dan lingkungan dengan apa yang kita bisa. Semua bisa terwujud asalkan diawali dengan niat dan tekad yang kuat dalam membantu memperbaiki kondisi yang ada menjadi lebih baik.

Blad bread dude with mind full of curiosity. A student of life decide to learn by listening story of million minds of others precious thoughts

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Topics

Advertisement

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id