Connect with us

Traveling Indonesia dan Luar Negeri

Traveling Kota Larantuka, Ada apa saja disana

Sudah pernah mendengar / membaca mengenai kota Larantuka?. Kota ini terletak di bagian paling timur pulau flores, tepat berlawanan arah dengan Labuan Bajo. Tempat yang banyak menjadi singahan travelers dimuali perjalanan Tour De Flores ini, kaya akan budaya. Bagaimana persiapan untuk ke kota ini? Yuk simak

screen capture dari google penampakan pulau Flores,NTT

Altermedia.idTraveling Kota Larantuka. 5 November 2019 kami di beri kesempatan untuk berkunjung ke kota ini untuk menjawab penasaran kami akan kota yang di beri julukan Roma ke-2 oleh umat Katolik negeri ini. Kota yang dahulu di pimpin oleh Kerajaan Larantuka dan berkuasa hampir seluruh Pulau Flores sampai ke Pulau Alor tidak banyak mengenang masa kejayaan dahulu kala. Sejarah kekuasaan tersebut telah sirna tergantikan oleh budaya portugis dan Kerjaan gereja Katolik.

Traveling Kota Larantuka
Don Tinus – Raja Larantuka (Photo: Doc. Altermedia.id )
interview konten Misteri Larantuka youtube channel Altermedia Indonesia

Traveling Kota Larantuka budaya Larantuka

Mata melihat, Mulut Tutup. Mulut Bicara di Timpa Batu dan Mati. Budaya baru setelah kerajaan Larantuka menyerahkan tongkat tahta kerajaan pada Gereja Katolik menerapkan budaya untuk tidak mengenang masa lalu, masa di mana tidak adanya agama dan budaya asal dari nenek moyang suku – suku terdahulu. Hampir semua orang bungkam untuk tidak menceritakan kebudayaan nenek moyang selain dari kebudayaan agama dan sebuah mandat dari Gereja untuk meng-imankan setiap pernyataan dari agama.

Mata Pencaharian Penduduk Larantuka

Pekerjaan sehari – hari penduduk larantuka adalah berdagang / pengusaha. Mencari ikan untuk di jual kepasar, pembuat minuman khas Larantuka (MOKE), berdagang di pasar (kain, baju, mainan, buah, rumah makan, supir ojek, supir travel, supir taxi gelap) hal ini dulakukan di pusat kota Larantuka maupun antar Pulau. Hal ini dilakukan mulai pukul 8 Pagi sampai dengan 8 Malam. Pada malam hari tidak banyak kegiatan di kota ini, hanya di bagian tertentu terdapat keramaian pasar malam yang menjual makanan.

Dikota ini terdapat 1 coffee shop ala modern, tempat ini berada pada pusat kota dan berdekatan dengan pasar malam. Coffee shop ini berjualan mulai pukul 8 Malam sampai dengan subuh pukul 2 pagi, dengan target penjualan untuk kalangan orang – orang muda yang mencari tempat instagramable yang menjadi tempat modernisasi kota ini. Tempat hiburan seperti minuman beralkohol dan tempat hiburan lain yang bertentangan dengan Gereja katolik tidak di izinkan beroperasi di kota ini dan di katakan tabu.

traveling kota larantuka
Photo Jalan dekat keuskupan Larantuka
Photo: Doc Altermedia.id

Kesulitan menjalajah Traveling kota Larantuka

Tempat wisata yang berjarak minimum 5 km dan cuaca yang panas menyengat di mulai jam 10 pagi, menjadi tantangan tersendiri di kota ini. Hal tersebut yang sering menjadi perbincangan para traveler pada saat bertukar pengalaman di persimpangan perjalanan kami, menjadikan kota ini sepi pengunjung bila tidak ada event tahunan Semana Santa.

Kendaraan umum dan transportasi lainnya tidak di temukan untuk berjalan – jalan di dalam kota. Transportasi tersebut hanya di tujukan bagi penumpang pelabuhan, penerbangan pesawat dan pedagang pasar untuk mengantarkan mereka keluar dari kota ini.

Mahalnya biaya transportasi di kota larantuka pun kami rasakan;

  1. Ojek dari bandara ke pusat kota Rp 30.000 / orang
  2. Taxi tidak resmi dari bandara ke pusat kota Rp 50.000 / orang
  3. Taxi tidak resmi antar kota Rp 600.000 / kota
  4. Rental Sepeda motor Rp 100.000 / 4 jam
  5. Rental Mobil tanpa Supir tidak ada di kota larantuka
Traveling kota larantuka
Photo acara pernikahan di Gereja Katedral Larantuka
Photo: Doc. Altermedia.id

Komunikasi dengan penduduk lokal

Berkomunikasi dengan penduduk lokal merupakan tantangan tersendiri bagi kami traveler. Struktur bahasa yang berbeda dan arti dari kalimat, menjadi batu sandungan dalam mencari informasi atau mencari kesepakatan sewa menyewa kendaraan ataupun jasa.

Budaya berpengaruh dalam komunikasi

Terbiasa dengan budaya ramah tamah pulau jawa menjadi tantangan tersendiri dikota Larantuka. Sifat terus terang dan apa adanya, yang sering menjadikan kami merasa tidak nyaman dengan ucapan ataupun bernegosiasi.

Pada akhir kata, seharusnya kota ini lebih mengenang masa kejayaannya. Museum dan cagar budaya, seharusnya ada tempat tersendiri secara fisik maupun di hati setiap penduduknya yang akan menjadi daya tarik keunikan kota Larantuka di samping wisata religi Samana Santa yang di adakan setiap Tahunnya.

Baca Juga : Misteri Gereja Larantuka