Connect with us

Tokoh Nasional Indonesia

Tak Hanya Teori Crack, BJ Habibie Juga Ciptakan 4 Karya Besar Ini untuk Indonesia

Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie memiliki andil besar dalam dunia penerbangan tanah air dan internasional. Apa saja karya gemilangnya?

terori crack, inovasi

Tanggal 10 September 2019 pada pukul 18.15 WIB, mantan Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie mengembuskan nafas terakhirnya dalam usia 83 tahun di RSPAD Gatot Subroto. Kepergiannya dikarenakan gagal jantung dan faktor usia. Semasa hidupnya, BJ Habibie banyak memberikan kontribusi besar dalam dunia penerbangan. Salah satunya adalah munculnya Teori Crack. Sebenarnya, selain teori tersebut, dirinya juga pernah menciptakan karya besar untuk Indonesia.

Mengenal teori crack BJ Habibie

BJ Habibie dikenal masyarakat Indonesia maupun internasional karena Teori Crack yang dicetuskan. Pada dasarnya, teori tersebut mengkalkulasi keretakan pesawat karena proses terbang landas. Maka dari itulah BJ Habibie berusaha menemukan cara untuk mengantisipasi struktur badan pesawat menjadi lebih kuat.

Hasil penemuannya ini mampu membuat lebih aman dan mampu mencegah terjadinya kecelakaan. Perhitungan yang dilakukan oleh BJ Habibie mengenai keretakan pesawat sangat mendetail. Bahkan sampai ke tingkatan atom material pesawat yang digunakan.

Pesawat R80

Bisa dibilang, pesawat R80 merupakan paling canggih yang diciptakan oleh BJ Habibie. Tidak hanya teknologi tinggi saja yang digunakan, keamanan pesawat pun menjadi fokus utamanya. R80 dilengkapi dengan fly by wire menggunakan sinyal dalam memberikan perintah.

Pesawat R80 adalah pesawat lanjutan dari N250. Dalam perancangan pesawat ini, semuanya dikerjakan oleh PT Regio Aviasi Industri yang didirikan oleh BJ Habibie bersama putra sulungnya yakni Ilham Akbar Habibie.

Baca juga:  Cerita Jemi Ngadiono, Pendiri 1000 Guru yang Sempat Nyaris Putus Sekolah

Pesawat N-250

BJ Habibie juga menuangkan ide dan pemikirannya dalam pembuatan dan perancangan pesawat N-250 yang dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia. Pesawat N-250 adalah pesawat penumpang sipil dengan menggunakan turboprop. Kode ‘N’ yang digunakan memiliki pengertian ‘Nusantara’ dan menunjukkan kepada dunia jika pesawat ini dikerjakan di Indonesia. Ada pula yang menyebut huruf tersebut diberikan untuk menghormati Nurtanio sebagai perintis industri penerbangan di tanah air.

Alasan BJ Habibie membangun pesawat tersebut ialah untuk menggantikan pesawat Fokker F-50 yang tidak diproduksi lagi. Sehingga ini menjadi peluang emas bagi dunia dirgantara Indonesia untuk memiliki pesawat unggulan sendiri.

Turut serta dalam merancang C-130 Hercules

Dalam dunia militer, pesawat C-130 Hercules cukup dikenal luas karena kemampuannya dalam hal pengangkutan logistik dan personel militer serta dapat diandalkan di saat-saat darurat. Andil BJ Habibie dalam proyek pembuatan C-130 ini adalah dalam hal perancangan pesawat angkut militer TRANSALL C-130. 

Keunggulan pesawat ini memiliki empat truboprop bersayap tinggi dan mampu mendarat maupun lepas landas di runway pendek. Seiring berjalannya waktu, C-130 juga digunakan untuk keperluan lain di luar militer seperti pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, dan melakukan pemadaman kebakaran hutan melalui udara. Bahkan ide BJ Habibie ini sekarang juga digunakan untuk ambulan udara.

Partisipasi dalam membuat Dornier Do-31

Baca juga:  Adhitya Zulkarnaen, Pemenang Kontes Fanart Spider-Man: Far from Home

Terakhir, BJ Habibie tidak hanya berpartisipasi dalam merancang pesawat C-130 Hercules, BJ Habibie memberikan andil besar dalam pembuatan pesawat Do-13. Pesawat tersebut merupakan jet untuk transportasi yang dirancang dari hasil eksperimen VTOL, Jerman Barat. Disamping itu, pesawat transportasi ini memiliki baling-baling pertama yang dapat tinggal landas dan melakukan pendaratan secara vertikal.

Namun, pada tahun 1970 proyek tersebut dihentikan karena tingginya biaya yang diperlukan. Selain itu, juga terkait masalah teknis dan persyaratan lainnya. Meskipun proyek tersebut dibatalkan, akan tetapi ide brilian dan sumbangan pemikiran BJ Habibie mengenai pesawat tersebut masih dikenang hingga saat ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Topics

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id