Connect with us

Tokoh Nasional Indonesia

Siti Sumiati, Bidan Apung Kepulauan Seribu yang Sukses Mendunia

Siti Sumiati menjadi sosok bidan populer yang namanya mendunia berkat keberhasilannya menurunkan angka kematian ibu melahirkan di Indonesia

ALTERMEDIA
Photo: Pexels

Alih-alih memilih menjalani masa pensiunnya dengan berkumpul bersama keluarga, Siti Sumiati justru memilih untuk tetap mengabdi sebagai bidan. Bahkan ia rela menjadi seorang bidan apung di Kepulauan Seribu.

Wanita kelahiran tahun 1950 itu kini memang sudah pensiun dari profesinya. Akan tetapi, jasa-jasanya sebagai bidan bagi para ibu hamil di sekitar kawasan Kepulauan Seribu masih terkenang.

Seperti apa kisah selengkapnya? Yuk, cari tahu di sini, Sahabat Alter!

Menjadi petugas kesehatan sejak 1970-an

Siti Sumiati atau yang lebih akrab disapa Bidan Sum ini merupakan sosok wanita tangguh dengan hati yang begitu tulus. Ia akan berjuang sepenuh jiwa dan raga tanpa membeda-bedakan warga yang membutuhkannya.

Sejak tahun 1970-an, ia sudah ditugaskan sebagai bidan di kecamatan
setempat. Namun, karena keterbatasan petugas kesehatan, maka Bidan Sum juga harus berkeliling Pulau Seribu untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Mengabdi dengan sepenuh hati

Meski tinggal di kawasan Pulau Pramuka, Siti Sumiati tidak pernah mengeluh untuk menyeberang ke pulau-pulau lain, mulai dari Pulau Panggang hingga Pulau Sebira, yang harus ditempuh dengan speedboat puskesmas keliling yang membutuhkan waktu selama kurang lebih tujuh jam perjalanan.

Selama lebih dari 38 tahun, Bidan Sum sudah membantu persalinan ibu hamil meski dengan fasilitas yang terbatas. Tak mengherankan jika banyak masyarakat sekitar Pulau Seribu selalu menantikan kehadiran Bidan Sum setiap harinya.

Menurunkan angka kematian ibu melahirkan

Keberadaan Siti Sumiati sebagai bidan apung yang bertugas di kawasan Pulau Seribu ternyata juga berdampak cukup besar pada keselamatan persalinan di sana. Tercatat setidaknya sejak ada Bidan Sum, angka kematian ibu melahirkan bisa menurun hingga 0% di Kepulauan Seribu. Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari kerja keras, perjuangan, dan keikhlasan Bidan Sum dalam melayani ibu-ibu hamil yang membutuhkan pertolongannya saat melahirkan.

Terpilih jadi wakil Indonesia di Kongres Bidan Sedunia

Sosok Siti Sumiati mencuri perhatian dunia lewat perjuangannya menyelamatkan banyak ibu melahirkan. Bahkan pada Juni 2008 silam, ia terpilih menjadi satu-satunya perwakilan bidan dari Indonesia yang hadir di Kongres Bidan Sedunia di Glasgow, Skotlandia.

Bidan Sum yang sudah mendunia ini pun tidak lantas berpuas diri dan menjadi tinggi hati. Sepulangnya dari kongres internasional tersebut, ia tetap bersemangat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat di Kepulauan Seribu.

Mendapat penghargaan internasional

Selain diundang secara khusus untuk menghadiri Kongres Bidan Sedunia, rupanya Bidan Sum pulang tidak dengan tangan kosong. Ia berhasil membawa pulang dua penghargaan internasional yang membanggakan. Dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Bidan Sum diberi gelar “Penyelamat Ibu Melahirkan”. Sementara itu, Pemerintah Kuba juga memberikan piagam penghargaan untuk pencapaian Siti Sumiati menurunkan angka kematian ibu melahirkan di Indonesia.

Dua penghargaan internasional ini tentu tidak akan didapatkan tanpa kerja keras dan kesungguhannya.

Pengabdian Siti Sumiati layak menjadi inspirasi bagi Sahabat AlterMenjadi sosok wanita yang kuat dan tidak mudah menyerah memang bukan hal yang gampang. Namun, dengan tekad dan ketulusan hati, kamu juga bisa meniru keberhasilan Bidan Sum dalam mengabdikan diri untuk masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Melihat pengabdian Siti Sumiati, sudah tentu Sahabat Alter semakin terinspirasi. Menjadi sosok wanita yang kuat dan tidak mudah menyerah memang bukan hal yang gampang. Namun, dengan tekad dan ketulusan hati, kamu juga bisa meniru keberhasilan Bidan Sum dalam mengabdikan diri untuk masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Terlepas dari apa pun bidang keilmuan yang kamu tekuni, pastikan bahwa nantinya kamu bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Blad bread dude with mind full of curiosity. A student of life decide to learn by listening story of million minds of others precious thoughts

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2020 Altermedia.id