pulau alor

Permadani di bawah Laut – milik Pulau Alor

Review Traveling Pulau Alor. Kami memulai perjalanan pada subuh hari tanggal 29 oktober 2019 dengan terbang ke Pulau Alor via Kota Kupang untuk transit ganti pesawat yang lebih kecil dari Jakarta.

Petualangan Traveling Pulau Alor di Mulai

Kami mencoba kuiner di airport El katari Kota Kupang dikarenakan alasan untuk mengisi waktu Transit sebelum terbang ke Pulau Alor jam 8:00 WIT. Kami Check-in terlebih dahulu dan keluar ke area parkir airport dimana kantin ini berada. Kantin ini cukup simple tapi seperti stereotype kantin di airport, yaitu MAHAL 🙂

Review Traveling Pulau Alor
Nasi Rames Non-Halal Rp 40.000rb di airport kupang
Review Traveling Pulau Alor
Menu Makanan di salah satu kantin airport Kupang

Review Traveling Pulau Alor Yang Sangat Menyenangkan

Variasi menu makanan, dari nasi rames, roti, mie instant, kopi, teh, bakso, dll. Kami memilih untuk sharring Nasi Rames non-halal. Harga yang di patok untuk menu nasi rames ini adalah Rp 40.000rb + Air Mineral Rp 20.000rb / botol (seperti photo diatas)

Setelah Perut terisi seadanya, kami memutuskan untuk boarding karena tidak ingin terlewatkan jadwal keberangkatan ke Pulau Alor. Dan ini merupakan pengalaman baru lagi bagi kami, yaitu naik pesawat kecil berbaling – baling ATR 600

Review Traveling Pulau Alor
pengalaman pertama naik kapal baling – baling
Review Traveling Pulau Alor
pesawat modern dan aman ternyata
Review Traveling Pulau Alor
ruang kaki juga besar buat gw standart 170 cm tinggi
Review Traveling Pulau Alor
kabin bersih dan wangi
Review Traveling Pulau Alor
peswat kecil dengan muatan penumpang kurang lebih 30 orang
wish us luck alternation!

Perjalanan menempuh jarak kurang lebih 3 Jam, dan selama itu pula kami merasakan pengalaman “berguncang bersama tipe pesawat ini”

Tiba di Destinasi Traveling Pulau Alor

Sampai di pulau alor dengan selamat!

Sesampainya di Airport pulau Alor, kami langsung di sambut keramahan dari tuan rumah sponsor konten 6 orang penemu permata di Pulau Alor dengan fasilitas penjemputan untuk menuju ke lokasi tempat kami akan tinggal selama 5 Hari mendatang.

Keadaan Pulau Alor sangat tenang dan jauh dari kata Kota Modern. Kehidupan penduduk Alor adalah nelayan, pembuat minuman khas pulau alor yaitu shopi dan pembuat tenun. Sebagian penduduk masih menempati rumah di desa – desa adat dan tetap mempertahankan adat istiadat nenek moyang untuk dilanjutkan ke generasi penerus dan ada juga yang pilih untuk hidup modern dengan mencoba berkelana antar pulau untuk berdagang dan kembali setelah beberapa bulan 1x untuk istirahat.

menjelang sunset di teras penginapan (pulau alor)

Harapan Besar kepada destinasi wisata di Indonesia

Pulau Alor terkenal sebagai salah pulau destinasi wisata bahari yang ada di Indonesia Bagian timur sebagai Diving site yang populer. Sebenarnya Pulau Alor menjadi saksi bisu sejarah penyebaran agama – agama untuk pertama kalinya. Hal ini dibuktikan dengan adanya peninggalan Al Quran tua yang terbuat dari kulit kayu dan peninggalan kulture lainnya di pusat kota kalabahi. Dengan kekayaan laut yang melimpah dan gagasan trumbu karang yang indah nan alami, Pulau Alor cocok untuk di jadikan tempat untuk para turis lokal dan non lokal untuk sekedar beristirahat dan jauh dari hirukpikuk kota – kota besar Indonesia dan menjalankan kehidupan yang lebih sederhana.

Simak Video review di atas untuk mengetahui review detail dan jangan lupa juga baca Tips traveling dan destinasi traveling mana saja yang bisa jadi next list man teman.

    Tinggalkan Balasan