review film green book

Belajar Menghargai Perbedaan

Latar Belakang Cerita

Film ini berlatar belakang pada tahun 1965 dan mengambil cerita sebenarnya dalam road show konser pianis Don Shirley / Donald Shierly. Pada tahun tersebut, terdapat istilah “White suppramacy” dimana bangsa kulit putih yang berasal dari negara barat dan eropa menempatkan diri mereka pada ras tertinggi manusia. Terpelajar, Harta dan Tahta yang menempatkan mereka pada posisi tersebut.

Don Shierly sebagai ras minoritas dihargai karena kepiawaiannya dalam bermain piano, tapi diluar musik beliau masih seorang minoritas layaknya orang kulit hitam pada tahun tersebut. Judul Film ini diambil dari nama asli buku panduan hotel / motel khusus untuk orang kulit hitam menginap di seluruh negara bagian America, The Negro Motorist Green Book.

Frank “Tony Lip” sebagai ras pendatang, orang italia dikenal mempunyai watak yang kasar dan keras menantang hidup. Sikap pantang menyerah pada keadaan, mempunyai kenalan yang luas dan bersikap selalu yakin akan pendiriannya, ras ini tidak gampang diacuhkan pada penindasan oleh “white suppramacy”.

Drama, Komedi, Action!

Selama perjalanan kedua ras ini belajar saling “menghargai perbedaan” yang didasarkan oleh kebutuhan dasar pada awalnya, Don Shierly butuh supir dan frank butuh kerja yang menghasilkan untuk keluarganya. Tanpa sadar mereka berdua saling mengenal kelebihan dan kekurangan satu sama lain seperti istilah; roti dan mentega, kopi dan gula, kamu dan aku (#eh).

Berkembang menjadi Supir + Bodyguard + road show manager dimana pada beberapa babak film mempertontonkan frank melindungi Don Shierly dari penindasan Hak seperti; Perjanjian kotrak, hak untuk makan di tempat yang layak dengan para tamu yang lain, hak menggunakan toilet dan masih banyak lagi. Disisi lain Don Shierly melindungi hubungan Frank dan Dolores (istrinya) dengan cara Don Shierly membantu Frank mengungkapkan perasaan pada tulisan surat kepada Dolores.

Pendidikan tinggi menjadi latar belakang pemikiran dr Don. Shierly yang terkesan kaku, terlalu sopan dan terlalu tertata rapih dalam kehidupan. Sebaliknya Frank, yang mengemban “sekolah kehidupan” Latar belakang pemikiran yang sporadis dan lebih frontal tapi mempunyai budaya mengutamakan keluarga (budaya italia yang hangat) mengajarkan dr Don Shierly untuk tidak menyendiri dan lebih terbuka untuk datang pada makan malam di hari natal, walaupun itu dilakukan bersama keluarga besar Frank.

Akhir kata, Menghargai Perbedaan dalam hal apapun sebenarnya hal yang tidak buruk. Menghargai perbedaan ras, perbedaan agama, perbedaan status, menghargai pendapat anak sekalipun kita seorang orang tua. Simak Film ini dan pelajari indahnya perbedaan dari sebuah cerita road show Deep South by African American

    Tinggalkan Balasan