Connect with us

Gaya Hidup

Qory Sandioriva, Mantan Puteri Indonesia yang Kini Berjuang Melawan Lupus

Lama tidak terdengar karyanya, mantan Putri Indonesia Qory Sandioriva ternyata mengidap penyakit lupus. Seperti apa kisahnya?

Qory Sandioriva, penyakit autoimun, penyakit lupus
Photo: @qorysandioriva

Nama Qory Sandioriva mungkin pernah terdengar beberapa tahun lalu. Perempuan kelahiran Jakarta ini sempat terpilih menjadi Puteri Indonesia 2009 dan mewakili Indonesia dalam ajang internasional Miss Universe. Pascakeikutsertaannya dalam ajang tersebut, Qory selalu mendapat banyak tawaran tampil on air dan off air. Namun, tiba-tiba saja ia menghilang. Ternyata Qory kini sedang berjuang melawan lupus. Bagaimana kisahnya kini?

Mulai terkenal sejak ikuti Puteri Indonesia

Qory Sandioriva mulai dikenal masyarakat sejak mengikuti ajang kecantikan Puteri Indonesia 2009. Saat itu, Qory mewakili Daerah Istimewa Aceh. Keikutsertaan Qory saat itu bisa dibilang cukup mengundang kontroversi. Ia dianggap tidak mampu mewakili nilai-nilai yang selalu ada di Aceh.

Walau mendapat banyak tekanan, Qory justru keluar sebagai pemenang ajang Puteri Indonesia 2009 dan berhak mewakili Indonesia dalam ajang Miss Universe 2010. Namun, di ajang kecantikan level internasional tersebut, Qory gagal mempersembahkan gelar ratu sejagad untuk Indonesia.

Menjadi artis yang menghiasi layar kaca

Meski Qory tidak berhasil membawa pulang mahkota Miss Universe, ia menjadi sangat terkenal setelah pulang ke Indonesia. Tawaran untuk membintangi film, sinetron, atau iklan terus mengalir hingga wajahnya saat itu bolak-balik muncul di layar kaca Indonesia,

Beberapa karya terkenal yang ia bintangi adalah film Purple Love (2011) dan Mother Keder: Emakku Ajaib Bener (2012). Namun, setelah pernikahannya dengan Ramon Y. Tungka pada November 2012, ia seolah menghilang dari dunia selebriti. Banyak yang beranggapan bahwa Qory ingin lebih fokus menjadi seorang istri dan ibu. Ternyata, alasannya bahkan lebih rumit dari itu.

Terdiagnosis penyakit autoimun

Mundurnya Qory Sandioriva dari dunia keartisan pada saat itu tidak hanya dilatari oleh keinginannya untuk fokus menjadi istri Ramon Y. Tungka. Namun, ternyata Qory terdiagnosis suatu jenis penyakit autoimun yang sering disebut sebagai lupus. Tanda-tanda adanya penyakit tersebut bahkan telah dirasakannya sejak mengikuti ajang Putri Indonesia 2009. Ia kerap pingsan saat merasa terlalu kelelahan.

Untuk mengobati penyakit tersebut, Qory bahkan rela terbang ke Korea Selatan. Temannya yang seorang dokter menganjurkan untuk terbang ke Korea karena di sana sudah ada teknologi terbaru untuk menangani penyakit autoimun.

Kehidupan setelah menjadi penderita lupus 

Qory Sandioriva mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak banyak perubahan yang terjadi pada fisiknya. Mungkin perubahan yang paling terlihat adalah pertambahan berat badan karena mengonsumsi steroid untuk menekan penyebaran autoimun meluas dalam tubuh.

Terlebih pada saat itu ia sedang mengandung, maka pertambahan berat badannya pun sangat terlihat. Selain itu, kulit Qory pun terkadang mengeluarkan ruam-ruam merah yang terasa nyeri saat disentuh.

Walau begitu, hal tersebut tidak pernah menghalanginya untuk mencurahkan kasih saying pada buah hatinya. Ia justru merasa diberi waktu yang lebih banyak untuk merawat buah hatinya dengan tangannya sendiri. Keluarga pun selalu memberikan dukungan yang melimpah untuknya. Jadi, ia pun selalu bersemangat untuk menjalani hari-harinya.

Kembali ke layar kaca

Dengan dukungan penuh dari keluarga serta pengobatan yang dijalaninya, Qory Sandioriva pun lebih percaya diri untuk kembali berkarya. Ia bahkan kembali bermain film pada 2018. Di samping itu, Qory juga mulai menerima tawaran untuk tampil di acara talk show dan bercerita tentang penyakit yang diidapnya.

Sekarang, Qory sudah bisa beraktivitas seperti biasa dan membesarkan buah hatinya. Semua tidak lepas dari lingkungan yang selalu mendukungnya untuk sembuh. Semoga sehat selalu!

Apa yang bisa dipelajari dari cerita Qory Sandioriva dan penyakitnya? Sobat Alter mungkin sempat melihat beberapa kata “dukungan” dimunculkan. Ya, itulah yang amat dibutuhkan oleh orang yang sedang sakit, terutama yang mengidap penyakit serius seperti lupus. Ingat, jauhi penyakitnya, bukan orangnya ya!

Copyright © 2020 Altermedia.id