Connect with us

Tips Inspiratif

Efek Negatif Perceraian Orang Tua bagi Anak

Perceraian kadang dipilih setelah tak ada solusi atas permasalahan rumah tangga. Namun hal tersebut memberikan efek negatif terhadap anak-anak. Ini contohnya.

family
Photo: instagram @children_illustrations

Altermedia.id –  Pada umumnya tidak ada pasangan yang berencana bercerai saat mereka menikah. Namun, jika memang hal itu merupakan jalan keluar terbaik untuk kedua pasangan, maka janganlah lupa untuk terus menyayangi anak. Proses perceraian sendiri hampir pasti membuat perubahan pribadi bagi anak.

Efek Negatif Perceraian bagi Anak-Anak

Berikut ini efek negatif yang ditimbulkan oleh perceraian orang tua terhadap anak:

1. Kehilangan Kontrol Emosi

Orang tua yang menjadi role model bagi anak-anak mereka akan membuat perceraian semakin berat untuk anak. Perbedaan pendapat yang berujung perceraian berakibat anak-anak, yang mengetahui bahwa orang tuanya bercerai, akan kehilangan kontrol akan emosinya.

Akan tetapi, situasi malah cenderung memburuk ketika terlontar amarah atau teriakan yang digunakan saat emosi mereka tidak terkontrol.

2. Gampang Cemas dan Sedih

Dari sekian akibat perceraian yang menimpa pada sang anak terlihat ketika mendengar orang tua mereka tak akan bersama lagi. Tekanan darah dan detak jantung anak meningkat.

Hal ini memicu mudahnya terjadi kecemasan dan rasa sedih di kemudian hari.

3. Tindakan Menyimpang dan Memberontak

Tidak sedikit dari banyak kasus kriminal yang terjadi dilakukan oleh anak yang masih dalam pengawasan orang tua. Saat orang tua mereka berpisah, anak akan mendapatkan perhatian yang kurang dari sebelumnya.

Anak-anak pun mencari cara mendapatkan perhatian dengan tindakan yang menyimpang.

Baca juga:  Tips Memulai Hidup Baru setelah Gagal Berumah Tangga

4. Penurunan Nilai Akademis

Ketika emosi, psikologi, dan konsentrasi anak terganggu, akademisnya juga bisa terganggu. Secara tidak langsung, alam bawah sadarnya akan terus mengambil peran penting dari proses berpikir pertamanya. Nilai akademisnya sangat mungkin akan menurun.

Selain itu, anak menjadi pemurung dan kerap tidak berkonsentrasi saat mata pelajaran sedang berlangsung.

5. Inner Child

Sesuatu yang belum tuntas saat masa pertumbuhan sang anak akan menjadi bom waktu di kemudian hari. Sehingga, baik dan buruknya sikap terhadap sang anak di masa kini, akan ia ingat di alam bawah sadarnya saat ia telah beranjak dewasa.

Ketika masalah datang dan auto-recall ingatan atau kenangan tidak menyenangkan itu muncul, ia bisa mengambil keputusan yang dapat ia sesali di kemudian hari. Inilah yang ditakutkan dari munculnya inner child di masa mendatang.

Jadi, selalu sayangi anak dengan tulus walaupun keadaan rumah tangga tidak sama seperti sedia kala lagi. Dan ingat, tidak ada yang namanya mantan anak.

Blad bread dude with mind full of curiosity. A student of life decide to learn by listening story of million minds of others precious thoughts

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Topics

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id