Connect with us

Tokoh Alter Media

Nanda Ivens: Belajar Hal Baru Setiap Hari

The First Indonesian to be an APAC CEO of any multinational company. CEO XM GRAVITY/MIRUM dan sekarang QANDEO Asia Consulting.

Altermedia.id – Pada suatu sore, tim Altermedia disambut hangat di kediaman Nanda Ivens, CEO Qandeo Asia Consulting. Sapaan hangat dan canda tawa membuka pintu lebar bagi kami untuk ngobrol santai mengenai kehidupan, inspirasi bisnis, dan motivasi kehidupan. Suguhan teh dan camilan ringan yang disajikan langsung oleh tuan rumah membuat kami bertanya, ke mana asisten rumah tangga (ART) beliau?

Dengan senyuman hangat, Nanda menjawab, “Kami tidak menggunakan ART. Di dalam rumah ini, kedua anak, saya dan istri mempunyai tugas masing-masing yang sudah terjadwal untuk mengeloka rumah. Saya bangun kebiasaan tersebut sedari muda.”

Lulusan Political Science, Boston University pada 1997 ini memegang prinsip bahwa sebagai seorang pebisnis harus bisa displin dan konsisten. Karena disiplin adalah fondasi dari sebuah kesuksesan, disiplin waktu, kesehatan, dan komitmen melatih kita memenuhi janji kepada klien, keluarga, tim, teman-teman, dsb.

Kata-kata inspiratif tersebut membuat kami tahu lebih dalam lagi mengenai tokoh digital yang sudah berpengalaman kurang lebih 25 tahun. Banyak inspirasi hidup dan bisnis yang beliau dapatkan dari membaca buku, konten-konten digital dan pembelajaran dari kehidupan. “You can never stop learning. The day you stop learning is the day that you die,” kata Nanda mengingat ucapan mendiang kakeknya.

Pengalaman Nanda sudah tidak diragukan lagi. Pun demikian, Nanda masih menemukan hal-hal baru seperti layaknya harta karun terpendam yang menunggu ditemukan. Tentu untuk menemukan hal tersebut, Nanda memiliki cara pandang dan pengalaman yang luas. Nanda juga belajar mendengar dan menyediakan waktu untuk siapa pun. Prinsip Nanda ini diterapkan kepada siapa pun untuk memperluas pandangan dan jangkauan pembelajaran.

Baca juga:  Motivasi Tito Jiester, yang Pernah Tidur di Jalan hingga Jadi Pengusaha Sukses

“I listen to learn, I learn to listen,” ujar The First Indonesian to be an APAC CEO of any multinational company.

Father Figure

Nanda akrab dipanggil Papi oleh anak-anak didiknya di beberapa agensi digital. Panggilan itu muncul karena Nanda adalah seseorang yang egaliter dan memegang prinsip open door policy yang ia terapkan kepada seluruh anggota tim. Nanda seperti seorang ayah yang care kepada seluruh anggota timnya dan menjadikan ruang kerjanya sebagai tempat mencurahkan isi hati dan kepala, berkeluh kesah dan bersandar ketika sedang patah semangat.

Nanda juga tidak segan untuk berbagi kebahagiaan dengan anggota timnya, sekadar kongkow dan bercanda. Cerita-cerita lucu pengalaman Nanda juga menjadi pembahasan hangat di tengah padat dan besarnya beban seorang CEO XM GRAVITY/MIRUM dan sekarang QANDEO Asia Consulting.

“Ada saatnya saya menjadi leader bagi mereka, ada saatnya saya menjadi teman bagi mereka,” ungkap Nanda. Tidak jarang anggota timnya datang untuk membicarakan hal-hal pribadi yang berhubungan dengan percintaan, masalah keluarga, ataupun masalah dengan orang tua. Nanda selalu menaruh posisi mereka sebagai keluarga kedua. “I am a servent of my troops. Saya bukan bos mereka, tapi saya adalah pelayan mereka,” imbuhnya.

Family Man

Menjadi kepala keluarga bagi Nanda Ivens berarti menjadi seseorang yang dapat mengayomi dan ikut terlibat dalam kegiatan rumah tangga. Kepala keluarga mesti dapat memberikan rasa aman, memberikan contoh yang baik, memberikan contoh displin dalam membersihkan rumah, dan mencontohkan bagaimana mengungkapkan kasih sayang kepada satu sama lain.

Baca juga:  Teknologi Milenial Untuk Menjaga Lingkungan (Hutan)

Lebih lanjut, kepala keluarga juga harus bisa membangun komunikasi yang baik antarorang tua dan anak. Mengantar anak hanya satu contoh tanggung jawabnya. Sebagai kepala keluarga, ia berusaha menjaga tradisi keluarga seperti kumpul dalam sebuah pertemuan atau makan malam untuk sekedar saling bertukar cerita tentang keadaan atau sekadar membahas peraturan rumah, rencana liburan dan lain-lain. Hal itu sudah menjadi tradisi turun temurun keluarga besar Ivens. Ayah Nanda Ivens mengajarkan hal tersebut.

“Menjadi kepala keluarga itu seperti menjadi leader. Di agama Islam disebutnya sebagai imam. Banyak orang lupa dengan hal tersebut,” ungkapnya. Prinsip ini dipegang betul oleh Nanda. Karenanya, Nanda punya banyak keluarga di rumah, di kantor, dan bahkan keluarga yang terbentuk dari teman-teman kecilnya

Naluri Bisnis

Pengalaman Nanda Ivens menjadi konsultan bisnis sudah teruji dalam dunia profesional selama kurang lebih selama 25 tahun. Bakat ini ditumbuhkan dan dilatih oleh orang tua beliau yang menyekolahkan Nanda di St. Mary’s International School, Tokyo ketika Nanda berusia 14 tahun. Setiap Nanda memiliki permintaan untuk keperluan sekolah seperti laptop dan barang lainnya, Nanda harus membuat proposal yang detil dan rinci berikut manfaat barang yang dibutuhkan tersebut.

Ketika duduk di bangku kuliah, Nanda mulai mendapatkan latihan yang lebih mendalam soal intuisi bisnis tersebut. Nanda mencari uang jajan tambahan dengan mengadakan House Party yang mendapatkan profit yang bagus. Dari beragam pengalamannya, Nanda menyimpulkan bahwa setiap orang harus mempunyai business acumen, sebuah prinsip yang harus diterapkan untuk menjaga perkembangan bisnis.

Baca juga:  6 Pemuda penemu permata di Pulau Alor

Bisnis itu bukan sekadar mengambil barang, kemudian dinaikkan harganya, dan dijual lagi sehingga menjadikan profit. Bisnis bagi Nanda harus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi banyak orang, paling tidak bagi ketiga anggota keluarganya.

Simak Video Motivasi & Inspirasi Bisnis dari Bpk. Nanda Ivens diatas

Blad bread dude with mind full of curiosity. A student of life decide to learn by listening story of million minds of others precious thoughts

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Topics

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id