Connect with us

Motivasi Lifestyle

5 Fakta di Balik Kata “Menikah Membuka Pintu Rezeki”

Salah satu hikmah menikah adalah dibukanya pintu rezeki. Banyak juga yang percaya akan hal itu. Tapi apakah benar? Yuk simak ulasan berikut ini.

wedding dream
Photo: instagram @weddingdream

Altermedia.idJika keputusan Sobat Alter untuk menikah sesegera mungkin tahun ini dengan harapan membuka pintu rezeki, perlukah risau lagi? Banyak yang mengatakan bahwa menikah itu membuka pintu rezeki. Apakah itu benar?

Fakta di Balik Kata “Menikah Membuka Pintu Rezeki”

Berikut ini sederet fakta menikah akan membukakan pintu rezeki yang bisa kalian simak.

1. Mempunyai Teman Berbagi

Pepatah yang berujar bahwa menikah membuka pintu rezeki memang benar adanya. Teman hidup atau menjalin persaudaraan adalah bentuk jalan rezeki seseorang.

Tidak bisa dianggap sepele jika kita telah menemukan teman hidup yang mampu berbagi suka dan duka hingga akhir hayat nanti.

2. Resepsi Pernikahan sebagai Ajang Networking

Tidak bisa dimungkiri lagi, menggelar resepsi pernikahan kerap kali disebut-sebut sebagai acara reunian yang tanpa cela. Di sana kita bisa bertemu kembali dengan teman lama dalam suasana bahagia.

Tak ayal, sering kali jalan rezeki seperti tawaran pekerjaan yang lebih baik terbuka di momen pernikahan kalian nanti.

3. Penghasilan Bukan Milik Pribadi

Selain membuka jalannya rezeki, pernikahan tidak lantas membuat kalian bisa bersantai dan melupakan hal-hal yang prioritas. Mengalirnya aliran dana kita pada akhirnya akan terasa sangat jelas ketika telah membangun rumah tangga. Hal ini akan membuka wawasan kita dan kita pun terpacu untuk lebih menghemat tanpa harus mengeliminasi hal-hal yang pokok.

Baca juga:  Setelah ‘Hijrah’, Zaskia dan Shireen Sungkar Sukses Jadi Enterpreneur Muda

4. Kebutuhan Bertambah

Melangsungkan pernikahan akan membuka pintu-pintu rezeki lainnya melalui jalan yang tidak disangka-sangka. Ini juga efek dari kita yang terpacu untuk mencari jalan rezeki lainnya agar tidak besar pasak daripada tiang.

5. Fasilitas Kantor

Dengan berubahnya status menjadi seorang yang sudah menikah, kantor akan meng-update tunjangan dan fasilitas karyawannya. Ini adalah salah satu bentuk nyata dari jalan rezeki karena kita menikah.

Semuanya kembali ke masing-masing pribadi Sobat Alter untuk memutuskan menikah segera atau jika sudah matang banget secara finansial. Pernikahan adalah hal sakral. Kita harus pandai menetapkan tujuan setelah nikah.

Inspiring other people
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Motivasi Lifestyle

Karier Raisa Andriana: Dari Paduan Suara ke Penyanyi Idola

Dari kisah Raisa, Sobat Alter bisa belajar bahwa idealisme yang disesuaikan dengan realita pun bisa membawamu menuju kesuksesan.

Photo Credit: Instagram Raisa

Jika Sobat Alter mendapat pertanyaan siapa penyanyi wanita terbaik di Indonesia saat ini, nama Raisa Andriana mungkin akan jadi salah satu nama yang sering disebutkan. Penyanyi asal Jakarta ini memang bisa dibilang sebagai penyanyi yang naik daun. Meski begitu, kesuksesan tersebut tidak diraihnya secara instan. Raisa perlu perjalanan karier yang panjang untuk bisa meraih popularitasnya saat ini. Seperti apa?

Hobi menyanyi

Raisa kecil memiliki hobi menyanyi. Sosok ibu merupakan inspirasi pertamanya untuk bernyanyi. Untuk menyalurkan hobinya, saat duduk di bangku sekolah, ia pun mengikuti ekstrakurikuler paduan suara. Saat itu, guru musiknya menilai suara Raisa cukup bagus dan tidak terdengar fals. Fakta tersebut kemudian membuat Raisa sering ditunjuk menyanyi solo.

Menurut Raisa, menyanyi merupakan sebuah hal yang menyenangkan. Dengan bernyanyi, ia merasa dapat mengekspresikan perasaannya. Berkaca dari para idolanya, Brian McKnight, Alicia Keys, dan Joss Stone, ia ingin melantunkan lagu yang enak didengar juga bisa membuat orang lain merasa bahagia. Menyanyi menurutnya bisa menyalurkan kebahagiaan.

“Ngamen” di kafe

Perjalanan karier Raisa tidak langsung dimulai dengan langkah yang mudah. Sebelum menjadi penyanyi yang terkenal seperti sekarang, Raisa sempat ngamen. Ia bahkan rutin menyanyi dari kafe ke kafe. Dalam beberapa kesempatan, Raisa juga menyanyi di acara pernikahan kenalannya.

Saat itu, ia tidak terlalu mementingkan bayarannya. Asal bisa menyanyi dan tampil di hadapan banyak orang, menurutnya sudah menjadi bayaran yang berharga. Menyanyi secara rutin di hadapan banyak orang adalah salah satu caranya untuk melatih skill.

Bergabung dengan band

Hingga akhirnya ia diajak bergabung dalam band yang dibentuk Kevin Aprilio, Andante. Di grup band yang kemudian berganti nama menjadi Vierra ini, Raisa ditunjuk menjadi vokalis. Sayangnya, di tengah jalan ia memutuskan untuk berhenti. Perbedaan visi misi dengan personel lain dan calon label membuat Raisa kesulitan menemukan musikalitas yang diinginkannya.

Baca juga:  Cara Menghadapi Orang Tua yang Terkena Post Power Syndrome

Keputusan tersebut justru membuat Raisa sadar bahwa ia ternyata tidak cocok berada dalam sebuah grup. Ia merasa bahwa ia lebih cocok menyanyi solo. Dengan bernyanyi solo, ia bisa tetap menjaga idealismenya.

Debut karier profesional

Setelah gagal debut bersama grup band, pada 2009 Raisa memutuskan untuk menggarap album. Rekan kuliahnya yang sekaligus personel RAN, Asta Andoko, bersedia menjadi produser. Berbeda saat masih berada di band, ia merasa ada kesamaan visi dan misi dengan Asta.

Walau begitu, proses pembuatan album tersebut tidak selamanya berjalan mulus. Kesibukan Raisa untuk menamatkan pendidikannya dan Asta yang sibuk berkarier dengan RAN membuat album debutnya baru bisa dirilis pada 2011.

Beruntung, sambutan masyarakat sangat positif. Single debut solonya, “Serba Salah”, langsung banyak dibicarakan orang. Videonya saat pertama menyanyikan single tersebut bahkan memiliki banyak viewers dalam waktu singkat, meski sebenarnya video tersebut hanyalah rekaman biasa yang direkam tanpa edit.

Singkat cerita, Raisa kini telah berhasil menjadi satu penyanyi wanita sukses di Indonesia. Karya-karyanya didengar banyak orang, bahkan dijadikan inspirasi. Namun, ternyata kesuksesan memang tidak bisa datang secara instan. Dari kisah Raisa, Sobat Alter bisa belajar bahwa idealisme yang disesuaikan dengan realita pun bisa membawamu menuju kesuksesan. Semoga kisah di balik kesuksesan karier Raisa ini bisa menginspirasi Sobat Alter, ya!

Baca juga:  Para CEO Sukses yang Bisa Kamu Contoh

Inspiring other people
Continue Reading

Motivasi Lifestyle

Yayan ‘Mad Dog’ Ruhian, Bawa Bela Diri Silat hingga Hollywood

Yayan “Mad Dog” Ruhian, berperan besar dalam mengenalkan bela diri pencak silat hingga mancanegara.

Photo: Instagram Yayan Ruhian

Bela diri pencak silat merupakan olahraga asli Indonesia. Meski merupakan produk lokal, pencak silat ternyata kini juga dikenal hingga kancah internasional. Selain karena peran para atlet Indonesia yang mengharumkan nama bangsa melalui kompetisi olahraga internasional, beberapa tokoh lain juga ambil andil.

Salah satunya adalah Yayan Ruhian. Sobat Alter mungkin lebih mengenalnya dengan sebutan “Mad Dog”. Pria yang kini berprofesi sebagai aktor tersebut ternyata punya peran besar dalam mengenalkan bela diri pencak silat hingga mancanegara. Seperti apa perannya?

Perjalanan karier sebagai aktor

Nama Yayan Ruhian mulai dikenal masyarakat saat membintangi film The Raid (2011). Dalam film tersebut, Yayan memerankan karakter algojo “Mad Dog”. Dalam film besutan Gareth Evans tersebut, ia banyak mendapat pujian. Dengan keahlian bela dirinya, karakter “Mad Dog” seolah benar-benar sulit untuk ditaklukkan.

Rupanya film tersebut membuka peluang Yayan Ruhian untuk terjun lebih dalam ke dunia perfilman. Pada 2014, ia kembali untuk sekuel The Raid, yakni The Raid 2: Berandal. Yayan kembali menjadi karakter algojo bertangan baja dalam film tersebut.

Seiring dengan kesuksesan film The Raid dan ketenarannya yang mencapai kancah internasional, nama Yayan Ruhian pun semakin berkibar. Tak tanggung-tanggung, pada 2015, ia mendapat tawaran untuk berperan dalam film Jepang dan Hollywood sekaligus. Debut film Jepang pertamanya adalah Yakuza Apocalypse. Sedangkan film Hollywood pertamanya adalah episode terbaru Star Wars, The Force Awakens.

Kenalkan pencak silat lewat film

Keunikan Yayan Ruhian saat bermain film adalah karakternya selalu digambarkan pandai bela diri, terutama pencak silat. Mulai dari Merantau (2009) hingga film terbarunya, John Wick: Chapter 3 Parabellum, ia selalu berperan sebagai karakter yang pandai bela diri pencak silat.

Baca juga:  Setelah ‘Hijrah’, Zaskia dan Shireen Sungkar Sukses Jadi Enterpreneur Muda

Ciri khas ini kemudian membuat Yayan Ruhian selalu diingat penonton. Penonton yang belum familiar dengan pencak silat tentu akan merasa tertarik dengan gerakan pencak silat yang berbeda dengan bela diri lain seperti karate atau kung fu.

Tanpa disadari, lewat film-filmnya, Yayan Ruhian telah mengenalkan pencak silat yang merupakan bela diri khas Indonesia kepada dunia. Terlebih dengan karakter Yayan dalam film yang selalu digambarkan kuat dan sulit dikalahkan, pencak silat pun jadi terlihat lebih menarik.

Pascaketerlibatannya dalam sejumlah film, selain mendatangkan undangan untuk casting, Yayan juga sering diundang untuk melatih bela diri pencak silat di berbagai negara. Ia dengan senang hati menjawab undangan tersebut agar pencak silat semakin populer. Jadi, bisa dibilang, ke mana Yayan Ruhian melangkah, pencak silat akan selalu dibawanya.

Aslinya seorang pelatih pencak silat

Bisa dikatakan bahwa terjunnya Yayan Ruhian ke dunia perfilman adalah berkat kenekatan. Ia sama sekali tidak punya background di bidang akting. Kesehariannya adalah melatih bela diri di kampung tempat tinggalnya di Tasikmalaya.

Ya, Yayan merupakan seorang pelatih pencak silat profesional dan berlisensi. Ia menekuni bela diri pencak silat sejak duduk di bangku SMA. Yayan remaja tergabung dalam PTSD Indonesia. Ketertarikannya pada pencak silat pun karena alasan yang sederhana, karena menonton film Jaka Sembung. Siapa sangka, ternyata ketertarikan kecil tersebut mengantarkannya kepada kesuksesan dan kepopuleran seperti saat ini.

Baca juga:  Para CEO Sukses yang Bisa Kamu Contoh

Dari perjalanan Yayan Ruhian sebagai aktor sekaligus pelatih pencak silat, Sobat Alter bisa belajar banyak hal. Cerita Yayan membawa pencak silat hingga ke Hollywood bisa menjadi teladan bahwa untuk mengharumkan nama bangsa bisa dengan banyak cara. Sedangkan kisahnya menekuni pencak silat adalah contoh nyata bahwa passion dan ketekunan bisa membawa kita menuju kesuksesan.

Inspiring other people
Continue Reading

Motivasi Lifestyle

Kisah Achmad Zaky Jatuh Bangun Dirikan Startup Unicorn

Kesuksesan Achmad Zaky membangun Bukalapak bukan tanpa halangan. Sempat bangkrut dan ditinggal rekan bisnis adalah deretan hal yang membuat dirinya sukses.

Photo: Twitter @achmadzaky

Bukalapak.com sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia sebagai salah satu platform jual beli online terbesar. Kesuksesannya tidak terlepas dari kerja keras sang CEO, Achmad Zaky, dalam membangun bisnis ini. Meski begitu, Achmad Zaky harus jatuh bangun mengembangkan platform tersebut menjadi startup unicorn di Indonesia. Bagaimana kisah Achmad Zaky tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Pernah jadi juara Olimpiade Sains

Ketertarikan Achmad Zaky terhadap dunia teknologi komputer berawal saat dirinya masih di sekolah dasar. Pada 1997, dia mendapat buku mengenai pemrograman komputer dari seorang pamannya. Ketertarikannya semakin berlanjut ketika dirinya memasuki bangku SMA. Dia pun mendapatkan kesempatan mewakili SMA Negeri 1 Solo saat itu dan berhasil menyabet gelar juara di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) pada bidang komputer.

Selepas lulus dari SMA, Zaky melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung pada 2004 dengan mengambil jurusan Teknik Informatika. Sama seperti masa SMA-nya, Zaky kembali berhasil menjuarai kompetisi teknologi informatika nasional. Salah satunya adalah juara II Indosat Wireless Inovation Contest 2007. Dia juga membuat sebuah software MobiSurveyor untuk membantu proses pemilu.

Tidak sampai di situ, Zaky juga pernah mendapat penghargaan Merit Award dalam kompetisi INAICTA pada 2008. Prestasi gemilangnya membuat Zaky berhasil mendapatkan beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk menjalankan studi di Oregon State University pada 2008 lalu.

Baca juga:  8 Film Kartun yang Tidak Layak untuk Anak-Anak

Sempat bangkrut bisnis kuliner

Kesuksesan yang diraih oleh Achmad Zaky bukanlah tanpa kegagalan. Salah satu kegagalannya yang pernah dia rasakan adalah ketika memulai bisnis pertamanya. Bisnis tersebut adalah berjualan mi ayam di kawasan kampus ITB. Modal usaha dari memenangi lomba itu banyak tersedot untuk membangun bisnis mi ayam tersebut. Kemudian, karena faktor kurang mendalami bisnis kuliner dan sepinya pelanggan, usaha mi ayam Zaky mengalami kebangkrutan. Usia bisnis mi ayam ini tidak lama, hanya enam bulan. Bisnis itu gulung tikar ketika dirinya masih menginjak kuliah tingkat kedua pada 2006 silam.

Namun, baginya kegagalan tersebut bukanlah merupakan batu sandungan untuk bergelut dalam dunia bisnis. Justru kegagalan bisnis kuliner tersebut menjadikan dia tahu dan tidak mengulangi kegagalan yang sama. Di samping itu, kegagalan bisnis mi ayam tersebut juga menjadi batu loncatan untuk terus belajar. Zaky juga tidak ingin gegabah saat ingin memulai bisnis kembali.

Sukses mendirikan Bukalapak

Tak lama berselang dari kegagalan bisnis kulinernya, Zaky melihat peluang baru dalam berbisnis. Ia menyadari mulai banyak masyarakat yang berbelanja online, yang bisa menjadi keran bisnis baru. Hal ini dia lakukan pada Januari 2010 dengan mendirikan Bukalapak. Awalnya, Bukalapak dia dirikan bersama seorang temannya dan modalnya hanya Rp 500 ribu untuk beli domain dan hosting. Beberapa teman kuliahnya dulu yang sempat dia rekrut pun banyak yang hengkang karena menilai tidak ada prospek.

Baca juga:  Efek Negatif Perceraian Orang Tua bagi Anak

Perlu waktu 1,5 tahun baginya untuk jatuh bangun dan situs Bukalapak dikunjungi banyak orang. Setelah itu, barulah perlahan pengunjung mulai naik sampai sepuluh ribu orang per harinya. Kemudian, angin segar tiba saat mendapat tawaran dari investor Jepang. Adanya bantuan suntikan modal membuat Bukalapak sukses hingga kini menjadi platform jual beli online terbesar di Indonesia. Dari yang awalnya hanya dua orang karyawan, kini memiliki 320 karyawan. Visi dari Bukalapak sendiri adalah mengubah hidup banyak orang dengan memajukan UMKM lewat internet. Kisah Achmad Zaky membuktikan bahwa kegagalan bukanlah pertanda kamu harus berhenti mencoba meraih mimpi. Sebaliknya, melalui kegagalan, kamu jadi tahu apa yang harus kamu lakukan secara optimal selanjutnya agar bisa sukses. Jadi, bagi yang saat ini sedang menemui hambatan dalam mengejar mimpi, jangan menyerah ya!

Inspiring other people
Continue Reading

Motivasi Lifestyle

Diana Rikasari, Ikuti Kata Hati untuk Gapai Kesuksesan

Diana Rikasari meninggalkan pekerjaan kantoran untuk mengikuti kata hatinya menekuni dunia fashion.

Photo: Instagram Diana Rikasari

Diana Rikasari kini sudah terkenal sebelum menjadi seorang CEO sebuah fashion brand. Namun, jauh sebelum itu, ia juga pernah menjadi pegawai kantoran. Apa yang membuatnya meninggalkan pekerjaan dengan gaji tetap dan memilih untuk menekuni bidang fashion yang sebenarnya benar-benar baru untuknya?

Sempat bingung dengan jati diri

Sama seperti kebanyakan orang saat memasuki usia dewasa, Diana Rikasari pun sempat berada dalam fase “pencarian jati diri”. Selepas kuliah di jurusan Teknik Industri Universitas Indonesia, ia bekerja di bagian riset dan bertugas menganalisis data lapangan. Namun, ternyata saat sudah memiliki pekerjaan tetap, pertanyaan seputar jati diri masih membayangi Diana.

Ia kembali mengingat cita-citanya di masa kecil hingga remaja. Di suatu waktu ia ingin menjadi atlet akrobat, tapi di usia remaja justru berubah haluan ingin menjadi ekonom. Mengingat kembali mimpi-mimpinya tersebut, Diana pelan-pelan mulai memahami dirinya sendiri. Hal tersebut kemudian mendorongnya untuk mengejar mimpi dan berhenti bekerja sebagai pegawai kantoran.

Ikuti kata hati

Keputusannya untuk melepaskan karier sebagai pegawai kantoran jelas bukan tanpa sebab. Selain berkontemplasi tentang mimpi-mimpinya, ternyata di sela-sela waktu bekerjanya Diana mengambil pekerjaan sampingan. Wanita kelahiran Colorado, Amerika Serikat, ini kerap diminta mendesain, mengedit foto, memotret, hingga menjadi penata busana.

Pekerjaan sampingan tersebut ternyata justru menyulut jiwanya. Ia seolah mendapat panggilan hati untuk menekuni bidang desain dan fashion. Pada keputusan finalnya, Diana memutuskan untuk berhenti menjadi pegawai kantoran dan benar-benar serius menekuni bidang desain dan fashion yang dirasa merupakan passion-nya.

Baca juga:  Dandhy Laksono: Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Dokumenter

Menjadi fashion blogger

Hal pertama yang dilakukan Diana Rikasari kemudian adalah membuat sebuah blog dengan konten tentang fashion. Sejak kecil ia memang gemar menulis. Kegiatan menulis dianggapnya sebagai pengusir sepi karena Diana kecil kerap dijauhi teman-temannya. Ia yang lahir di luar negeri dianggap tidak bisa berkomunikasi dengan benar. Untuk mencurahkan segala unek-uneknya, Diana memilih untuk menulis.

Kegemaran tersebut kembali diolahnya saat mengelola blog fashion. Lewat tulisan, ia tidak hanya menyalurkan perasaannya, tetapi juga bercerita tentang gaya fesyennya.

Pada 2007, blog fesyenbuatan Diana Rikasari menjadi sorotan. Ini karena ia memiliki gaya yang unik. Diana kerap menampilkan mix and match pakaian yang sangat mencolok. Banyak yang memuji, tapi tidak sedikit pula yang mencibir. Bahkan ada orang-orang terdekat Diana yang menganggap blogging hanya buang-buang waktu.

Menggapai kesuksesan

Namun, Diana Rikasari tidak menghiraukan cibiran tersebut. Ia tetap mengikuti kata hatinya dan terus menampilkan karya yang memang benar-benar gambaran dirinya sendiri. Ketekunan tersebut ternyata membuahkan hasil. Blog fashion milik Diana banyak diikuti orang dan menarik minat perusahaan fashion. Dari situ ia dapat mengumpulkan pundi-pundi uang.

Hingga akhirnya pada 2011 ia memutuskan untuk mulai berbisnis. Diana memilih bisnis sepatu sebagai langkah awal. Sepatu yang diberi label UP tersebut bahkan sempat mendapat penghargaan International Young Creative Entrepreneur Award dari British Council pada 2012.

Baca juga:  Jenis Asuransi Kecelakaan dari Jasa Raharja yang Harus Diketahui

Kesuksesan bisnis sepatu ini kemudian membuat Diana melebarkan sayapnya. Pada 2016, ia merintis bisnis pakaian yang diberi label Schmiley Mo. Label ini dikhususkan untuk pakaian-pakaian daily wear. Sama seperti UP, Schmiley Mo juga sangat membanggakan. Beberapa kali label ini ditampilkan di pameran fesyenbergengsi dunia seperti London Fashion Week 2017 dan Torino Fashion Week 2018.

Itulah perjalanan Diana Rikasari menggapai kesuksesannya. Siapa sangka di balik kesuksesannya sekarang, ia sempat mengalami fase pencarian jati diri. Tidak ada yang menyangka juga kesuksesannya sebagai CEO dua brand fashion justru diawali hanya dengan mengikuti kata hati. Semoga kisah ini menginspirasi Sobat Alter.

Inspiring other people
Continue Reading

Motivasi Lifestyle

Selalu Tampil Glamor, Syahrini Sudah Berbisnis Sejak Muda

Syahrini kerap tampil glamor. Kemewahan itu hadir seturut kesuksesannya dalam bisnis yang ia rintis sejak muda.

ALTERMEDIA - Selalu Tampil Glamor Syahrini Sudah Berbisnis Sejak Muda
Photo: Instagram Syahrini

Di Indonesia, Syahrini dikenal sebagai selebritis sekaligus penyanyi dengan gayanya yang terkesan glamor. Publik juga melihat bahwa Syahrini, dalam kehidupannya, dipenuhi dengan kemewahan, seperti kepemilikian jet pribadi hingga tas koleksinya yang bernilai miliaran rupiah.

Penghasilan Syahrini untuk sekali manggung saja bisa mencapai Rp200 juta. Di balik itu semua, Syahrini ternyata sudah sukses berbisnis sejak muda. Apa saja bisnis Syahrini yang membawanya ke kesuksesan? Berikut beberapa di antaranya.

Sempat berbisnis properti

Bisnis Syahrini yang ditekuninya selain menjadi seorang penyanyi adalah properti. Bisnis ini dia lakukan sejak 2012 lalu. Bisnis properti tersebut turun-temurun dari sang ayah. Dari sinilah Syahrini mendirikan Khayangan Residence.

Pada awalnya, Syahrini berbisnis properti kecil-kecilan dan membangun tempat kos untuk para mahasiswa. Berkat kegigihannya dalam membangun bisnis ini, kini properti Syahrini sudah merambah ke Pulau Madura. Dengan nama yang sama, yakni Khayangan Residence, Syahrini sukses membangun perumahan elit di Pulau Garam ini.

Bisnis karaoke

Selang setahun kemudian, tepatnya pada 2013, Syahrini kembali merambah bisnis dalam bidang lain. Kali ini dia mencoba bisnis rumah karaoke yang dia beri nama Princess Syahrini Family KTV. Karaoke ini mengusung konsep yang mewah dan elegan. Kedua hal tersebut seolah menjadi ciri khas tempat karaoke pelantun lagu Sesuatu tersebut.

Terhitung mulai diresmikan sejak akhir 2013 lalu, kini bisnis karaoke Syahrini menyebar dan memiliki banyak cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia. Bahkan tidak tanggung-tanggung, cabangnya sendiri sudah mencapai 56 cabang hingga saat ini.

Baca juga:  8 Film Kartun yang Tidak Layak untuk Anak-Anak

Mencoba berbisnis kue dan kuliner

Setelah sukses bisnis properti dan rumah karaoke, Syahrini pun tidak ketinggalan membuka bisnis dalam bidang baru. Bisnis barunya tersebut adalah bergerak dalam bidang kuliner, yaitu berupa kue. Slogan yang diusung Syahrini adalah ‘Kacida Raosna’ dan brand kue ini diberi nama ‘Princess Cake’. Cabang dari bisnis kue Syahrini kini pun merambah kota Bogor dan Bandung.

Lokasi gerai kue ini berada di beberapa tempat berbeda seperti di Jalan Cihampelas, Jalan Raya Lembang, dan Bandung Trade Centre, hingga di Pintu Utara dan Pintu Selatan Stasiun Bandung. Belakangan, Syahrini juga melebarkan sayap bisnis kulinernya di Kota Gudeg, Jogjakarta. Di sini Syahrini dikabarkan membuka bisnis kue tradisional yang diberi nama Bakpia Princess Cake.

Bisnis parfum

Syahrini juga membuka bisnis parfum untuk menambah pundi-pundi pemasukannya. Parfum yang dia rintis tersebut diberi nama InLove Princess Syahirini. Keunikan parfum Syahrini ialah paduan dari patchouli, sandalwood, dan vanila. Tentunya parfum Syahrini ini menyasar target pasar kalangan wanita elit.

RBT dan endorse produk

Bisnis yang tidak kalah meraup keuntungan terbesar dari Syahrini adalah royalti RBT. Seperti diketahui banyak masyarakat, lagu-lagu Syahrini masuk daftar lagu paling laris di Indonesia. Maka, tidak heran jika dirinya memperoleh royalti yang cukup besar. Selain royalti RBT, Syahrini juga meraup keuntungan bisnis dari endorse produk-produk terkemuka. Biaya endorse tersebut memang tidak sedikit. Pengacara kondang Hotman Paris pun pernah menyebutkan bahwa Syahrini berpotensi mampu meraih penghasilan uang sebesar Rp1 miliar dalam seharinya.

Baca juga:  Cara Menghadapi Orang Tua yang Terkena Post Power Syndrome

Nah, itulah beberapa bisnis yang dirintis oleh Syahrini sejak muda. Semoga kisah Syahrini dalam membangun bisnisnya tersebut bisa menginspirasi kamu semua, khususnya bagi kamu yang sedang mengejar mimpi mendirikan bisnis!

Inspiring other people
Continue Reading

Topics

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id