Connect with us

Tokoh Alter Media

Mengenal Motif Dan Jenis Tenun Alor – Mama Sariat

Tenun alor – mama sariat menghadirkan berbagai motif kain asli NTT. Motif tenun alor terbilang sederhana, tidak serumit tenun NTT lainnya. Cara pembuatannya pun memakan waktu panjang, bahkan mencapai 3 bulan. Penasaran apa saja motif tenun yang berasal dari Alor? Bagaimana pula proses pembuatan tenun alor?

Proses Pembuatan Tenun Alor – Mama Sariat

Proses pembuatan tenun alor memang sangat panjang. Masyarakat setempat masih mengerjakannya secara manual, yakni menggunakan mesin tenun bukan mesin. Inilah mengapa waktu pengerjaannya bisa menghabiskan 3 bulan penuh untuk selembar kain. Bukan hanya proses penenunannya saja yang lama, proses awalnya pun demikian. Mulai dari persiapan benang tenun sampai kombinasi benang yang dipilih.

Keahlian menenun kain diturunkan dari generasi ke generasi. Jika Anda perhatikan, beberapa penenun belajar dari sang ibu atau nenek mereka. Ini bukanlah hal aneh bagi masyarakat alor maupun wilayah NTT lainnya. Pasalnya, sebagian besar masyarakat telah meninggalkan tradisi menenun untuk kebutuhan tertentu. Umumnya, mereka hanya memproses tenunan untuk acara adat atau penting lainnya.

Hal inilah yang coba dilestarikan oleh masyarakat alor sampai sekarang. Lantas, bagaimana proses awal pembuatan kain tenun alor? Proses menenun dimulai dari mencelupkan benang ke warna tertentu. Pencelupan benang harus dilakukan berulang kali, agar warnanya keluar dengan sempurna. Tenun alor – mama sariat sendiri punya beberapa warna dan motif yang jadi ciri khas dan kerap diburu wisatawan.

Setelah proses pewarnaan, benang-benang tersebut diposisikan sesuai fungsinya. Benang pakan diletakkan horizontal pada benang lungsin. Bila sudah pas, barulah penenun memulai proses pembuatan kain tenun. Perlu diketahui, semua warna benang diperoleh dari bahan-bahan alami dari Alor, seperti daun dan akar pepohonan dengan warna khas.

Baca juga:  Inspirasi Carolina Septerita, dari SPG sampai Chief of Art Wardah Cosmetics

Jenis Tenun Alor – Mama Sariat

Sama dengan daerah lainnya di Indonesia, tenun NTT memiliki motif dan jenis masing-masing. Setidaknya ada 5 jenis tenun yang dikenal secara luas oleh masyarakat NTT, yakni:

Tenun Buna

Proses pembuatan tenun buna atau talik diawali dengan pewarnaan benang. Ini tidak jauh berbeda dengan tenun foit, hanya saja proses pembuatannya memerlukan waktu lebih lama. Pasalnya, para penenun menggunakan anyaman tangan untuk menyusun motif yang diinginkan. Dengan begini, motif benar-benar sepadan dan simetris. Beberapa daerah yang terkenal dengan tenun bunanya adalah Belu dan Kupang.

Tenun Sederhana

Berbeda dari tenun lainnya, tenun sederhana mirip dengan tenun Indonesia pada umumnya. Motif khas dari tenun sederhana adalah lurik atau garis-garis dan kotak-kotak (poleng). Cara pembuatannya tidak rumit, yakni menggerakkan alat tenun dengan ritme teratur. Benang pakan diposisikan keluar masuk ke dalam benang lungsin. Daerah yang terkenal dengan tenun sederhananya adalah Todo Manggarai. 

Tenun Ikat

Beberapa daerah di Indonesia memiliki tenun ikat dengan berbagai motif, tak terkecuali Nusa Tenggara Timur. Proses pencelupan benang menjadikan tenun ikat NTT berbeda dengan tenun ikat lainnya. Pada tenun ikat NTT, benang yang dicelup bukanlah benang pakan, namun benang lungsin. Sehingga warna yang dihasilkan benar-benar menyebar rata pada seluruh permukaan kain.

Tenun Foit 

Tenun foit dikenal pula dengan nama sotis atau lotis. Tipikal tenun yang dibuat dari pewarnaan benang terlebih dahulu. Beberapa variasi warna bisa ditambahkan untuk menciptakan motif tertentu. Posisi motif diletakkan bersebelahan, sehingga terdapat 2 motif dalam satu kain tenun. Jenis tenun ini populer di sekitar Alor, Sumba Timur, Sumba Barat, hingga Belu. Kebanyakan tenun alor – mama sariat merupakan jenis tenun foit.

Baca juga:  Nanda Ivens: Belajar Hal Baru Setiap Hari

Bagaimana Sobat Alter, Ayuk dukung pengrajin Indonesia untuk dapat berkarya dan mengharumkan bangsa. Salam Alternative!

Blad bread dude with mind full of curiosity. A student of life decide to learn by listening story of million minds of others precious thoughts

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Topics

Advertisement

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id