Connect with us

Tokoh Nasional Indonesia

Kisah Dede Oetomo, Perjuangkan Hak-Hak Kaum LGBT di Indonesia

Dede Oetomo, aktivis LGBT Indonesia, GAYa Nusantara
Photo: Pexels

Berbicara mengenai LGBT di Indonesia merupakan hal tabu bagi sebagian besar masyarakat. Perilaku dari kaum ini dianggap menyimpang dan tidak sesuai dengan norma baik norma sosial hingga norma agama. Adalah Dede Oetomo, seorang sosiolog, aktivis AIDS, dan aktivis gay di Indonesia yang salah satunya kerap memperjuangkan hak-hak kaum LGBT di Tanah Air untuk mendapatkan perlakuan yang sama di masyarakat. Bagaimana sepak terjangnya dalam memperjuangkan hak kaum LGBT dan kisahnya membangun organisasi gay di Indonesia? Inilah kisahnya yang bisa Sobat Alter ikuti!

Perjuangkan Hak Kaum LGBT

Sebagai aktivis yang getol memperjuangkan hak-hak kaum LGBT di Indonesia, Dede Oetomo sejak dulu dikenal telah melakukan berbagai macam jalur. Doktor linguistik lulusan Cornell University ini pun sejak dulu tidak segan-segan untuk terbuka mengenai keberadaannya sebagai seorang gay. Bahkan dia menjadikannya sebagai kebanggaan karena merasa berbeda dari masyarakat pada umumnya. Demikian seperti yang ditulis dalam Majalah Matra Edisi 104, Maret 1995 silam.

Dede Oetomo tidak hanya memberikan advokasi kepada kaum LGBT secara terbuka. Dia pun juga pernah mendaftarkan diri menjadi komisioner komnas HAM pada 2012 lalu, dengan harapan suatu saat nanti mereka akan diakui eksistensinya sebagai manusia dan dihormati hak asasinya di bawah naungan HAM.

Dirinya juga pernah bercita-cita suatu saat nanti ada partai khusus bagi kaum LGBT. Dari sanalah diharapkan kaum LGBT ini bisa menyuarakan aspirasinya dalam roda pemerintahan dan politik. Hingga saat ini pemerintah masih bersikap dingin terhadap kelompok ini. Salah satu bentuk advokasi dan pelayanan konseling serta perlindungan terhadap kaum LGBT di Indonesia yang dilakukan Dede Oetomo ialah dengan membentuk organisasi GAYa Nusantara dan IDAHOT.

Baca juga:  Politikus Cantik, Grace Natalie, Ternyata Istri Founder Printerous

Dirikan Organisasi GAYa Nusantara

GAYa Nusantara bisa dibilang sebagai pelopor gerakan LGBT di Surabaya. Organisasi ini didirikan pada 1 Agustus 1987 di Surabaya. Tujuan utamanya adalah sebagai wadah bagi para kaum LGBT untuk berkomunikasi dan menjalin pertemanan dengan sesama di Tanah Air. Lambat laun, organisasi ini pun juga didirikan di berbagai kota seperti di Jakarta, Bandung, Sidoarjo, dan Makassar.

Berbeda dengan organisasi lainnya, selain fokus melakukan advokasi, organisasi ini tidak menghimpun anggota. Jadi, dapat dibilang hanya menyediakan layanan saja kepada masyarakat mengenai kaum LGBT. Pelayanan itu mulai dari penerbitan majalah bulanan, memberikan bimbingan konseling bagi masyarakat tentang LGBT, hingga melakukan kampanye pencegahan terhadap penyakit HIV dan AIDS.

Organisasi ini pun juga akan memfasilitasi dan memberikan advokasi khususnya bagi para pria gay untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan mendapatkan penghasilan seperti mayoritas masyarakat pada umumnya.

IDAHOT di Indonesia

IDAHOT merupakan akronim dari International Day Against Homophobia and Transphobia. Gerakan ini diperingati setiap tanggal 17 Mei yang bertujuan untuk melawan adanya homofobia dan transfobia. Perayaan IDAHOT di Indonesia juga bisa dibilang menjadi hal yang cukup baru dan muncul pada 2012 lalu.

Di setiap tahunnya, organisasi dan kelompok LGBT menggelar aksi ini di depan masyarakat umum. Semangat IDAHOT seiring berjalannya waktu semakin menjadi relevan. Bahkan kini tidak hanya organisasi LGBT seperti GAYa Nusantara dan serupa saja yang melakukan aksi seperti ini, melainkan juga kelompok lain seperti kelompok perempuan yang menuntut adanya kesetaraan gender hingga kelompok-kelompok yang bergerak dalam ranah hak asasi manusia.

Baca juga:  Dandhy Laksono, Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Dokumenter

Kisah Dede Oetomo bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus membantu memperjuangkan hak-hak kaum minoritas di Indonesia. Terlepas dari orientasi seksual, latar belakang agama, dan lainnya, pada dasarnya kita memiliki derajat yang sama. Jadi, tidak ada alasan untuk merendahkan atau menjatuhkan orang lain.

Blad bread dude with mind full of curiosity. A student of life decide to learn by listening story of million minds of others precious thoughts

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Topics

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id