Connect with us

Tokoh Nasional Indonesia

Kisah Achmad Zaky Jatuh Bangun Dirikan Startup Unicorn

Kesuksesan Achmad Zaky membangun Bukalapak bukan tanpa halangan. Sempat bangkrut dan ditinggal rekan bisnis adalah deretan hal yang membuat dirinya sukses.

Photo: Twitter @achmadzaky

Bukalapak.com sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia sebagai salah satu platform jual beli online terbesar. Kesuksesannya tidak terlepas dari kerja keras sang CEO, Achmad Zaky, dalam membangun bisnis ini. Meski begitu, Achmad Zaky harus jatuh bangun mengembangkan platform tersebut menjadi startup unicorn di Indonesia. Bagaimana kisah Achmad Zaky tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Pernah jadi juara Olimpiade Sains

Ketertarikan Achmad Zaky terhadap dunia teknologi komputer berawal saat dirinya masih di sekolah dasar. Pada 1997, dia mendapat buku mengenai pemrograman komputer dari seorang pamannya. Ketertarikannya semakin berlanjut ketika dirinya memasuki bangku SMA. Dia pun mendapatkan kesempatan mewakili SMA Negeri 1 Solo saat itu dan berhasil menyabet gelar juara di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) pada bidang komputer.

Selepas lulus dari SMA, Zaky melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung pada 2004 dengan mengambil jurusan Teknik Informatika. Sama seperti masa SMA-nya, Zaky kembali berhasil menjuarai kompetisi teknologi informatika nasional. Salah satunya adalah juara II Indosat Wireless Inovation Contest 2007. Dia juga membuat sebuah software MobiSurveyor untuk membantu proses pemilu.

Tidak sampai di situ, Zaky juga pernah mendapat penghargaan Merit Award dalam kompetisi INAICTA pada 2008. Prestasi gemilangnya membuat Zaky berhasil mendapatkan beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk menjalankan studi di Oregon State University pada 2008 lalu.

Baca juga:  Qory Sandioriva, Mantan Puteri Indonesia yang Kini Berjuang Melawan Lupus

Sempat bangkrut bisnis kuliner

Kesuksesan yang diraih oleh Achmad Zaky bukanlah tanpa kegagalan. Salah satu kegagalannya yang pernah dia rasakan adalah ketika memulai bisnis pertamanya. Bisnis tersebut adalah berjualan mi ayam di kawasan kampus ITB. Modal usaha dari memenangi lomba itu banyak tersedot untuk membangun bisnis mi ayam tersebut. Kemudian, karena faktor kurang mendalami bisnis kuliner dan sepinya pelanggan, usaha mi ayam Zaky mengalami kebangkrutan. Usia bisnis mi ayam ini tidak lama, hanya enam bulan. Bisnis itu gulung tikar ketika dirinya masih menginjak kuliah tingkat kedua pada 2006 silam.

Namun, baginya kegagalan tersebut bukanlah merupakan batu sandungan untuk bergelut dalam dunia bisnis. Justru kegagalan bisnis kuliner tersebut menjadikan dia tahu dan tidak mengulangi kegagalan yang sama. Di samping itu, kegagalan bisnis mi ayam tersebut juga menjadi batu loncatan untuk terus belajar. Zaky juga tidak ingin gegabah saat ingin memulai bisnis kembali.

Sukses mendirikan Bukalapak

Tak lama berselang dari kegagalan bisnis kulinernya, Zaky melihat peluang baru dalam berbisnis. Ia menyadari mulai banyak masyarakat yang berbelanja online, yang bisa menjadi keran bisnis baru. Hal ini dia lakukan pada Januari 2010 dengan mendirikan Bukalapak. Awalnya, Bukalapak dia dirikan bersama seorang temannya dan modalnya hanya Rp 500 ribu untuk beli domain dan hosting. Beberapa teman kuliahnya dulu yang sempat dia rekrut pun banyak yang hengkang karena menilai tidak ada prospek.

Baca juga:  Sosok-sosok di Balik Keputusan Deddy Corbuzier Mualaf

Perlu waktu 1,5 tahun baginya untuk jatuh bangun dan situs Bukalapak dikunjungi banyak orang. Setelah itu, barulah perlahan pengunjung mulai naik sampai sepuluh ribu orang per harinya. Kemudian, angin segar tiba saat mendapat tawaran dari investor Jepang. Adanya bantuan suntikan modal membuat Bukalapak sukses hingga kini menjadi platform jual beli online terbesar di Indonesia. Dari yang awalnya hanya dua orang karyawan, kini memiliki 320 karyawan. Visi dari Bukalapak sendiri adalah mengubah hidup banyak orang dengan memajukan UMKM lewat internet. Kisah Achmad Zaky membuktikan bahwa kegagalan bukanlah pertanda kamu harus berhenti mencoba meraih mimpi. Sebaliknya, melalui kegagalan, kamu jadi tahu apa yang harus kamu lakukan secara optimal selanjutnya agar bisa sukses. Jadi, bagi yang saat ini sedang menemui hambatan dalam mengejar mimpi, jangan menyerah ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Topics

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id