Connect with us

Tokoh Nasional Indonesia

Film Gundala Karya Joko Anwar Sukses Tembus Toronto International Film Festival 2019

Joko Anwar kembali mengharumkan Indonesia dalam ajang Toronto International Film Festival 2019 lewat film Gundala.

joko anwar, gundala, toronto international 2019
Photo Credit: baca.co.id

Film superhero Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot tayang dalam gelaran Toronto Intenational Film Festival 2019 (TIFF 2019) pada 11 September 2019 lalu. Film tersebut diadaptasi dari komik dengan judul yang sama karya Hasmi. Seperti apa perjalanan Joko Anwar dan film Gundala-nya hingga masuk dalam ajang bergengsi ini?

Mewakili film Asia

Gundala tidak hanya mewakili Indonesia dalam gelaran TIFF 2019, lebih dari itu film superhero tersebut juga mewakili Asia Tenggara.  Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, sebab dari segi kualitas film Gundala memang layak dan berkualitas tinggi. Ini pula lah yang diamini oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf. Film tersebut juga akan menjadi sebuah tonggak untuk genre superhero tanah air yang diadaptasi dari tokoh dan komik lokal yang dipadukan dengan teknologi film masa kini.

Proses seleksi yang super ketat

Untuk mengikuti TIFF bukanlah hal yang mudah. Banyak sutradara dan sineas dari berbagai penjuru dunia mengimpikan filmnya dapat berpartisipasi di gelaran bergengsi ini. Seleksinya sendiri sangat sulit untuk ditembus dan penontonnya semakin meningkat setiap tahunnya dan biasanya dikunjungi oleh sekitar 500 ribu orang penonton.

TIFF juga dianggap sebagai ajang paling bergengsi untuk film yang akan berkompetensi di Oscar. Maka tidak heran jika TIFF dapat disandingkan dengan festival film terbesar di dunia. Sebut saja seperti Cannes Film Festival, Venice Film Festival, dan Berlin Film Festival hingga Sundance Film Festival.

Baca juga:  Ernest Prakasa, dari Seorang Komika Menjadi Sineas Andal

Mendapat sambutan hangat penonton

Film superhero Gundala pada akhirnya mampu membuat para penonton tumpah ruah di gelaran TIFF 2019 tersebut. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme penonton dan antrean yang mengular jauh sebelum film tayang. Mengularnya antrean tersebut juga sempat didokumentasikan oleh Joko Anwar lewat akun Twitternya.

Tercatat ada sekitar 500 orang yang rela menunggu lama demi menonton film superhero asli Indonesia ini. Setelah pemutaran, banyak respon positif  terhadap Gundala. Para penonton juga dengan sabar mengikuti sesi tanya jawab selama 40 menit. Mereka pun menyampaikan apresiasinya terhadap cerita yang disuguhkan.

Siap bersaing dengan film Hollywood

Pada gelaran TIFF 2019 ini, film Gundala masuk di kategori Midnight Madness. Dengan masuknya Gundala dalam kategori tersebut, membuatnya bersaing dengan film terbaik tidak hanya dari Amerika Serikat, termasuk pula dengan film unggulan lainnya dari Kanada, Jepang, Inggris, hingga spanyol. Midnight Madness juga merupakan kategori paling ditunggu sebab hanya ada 10 film setiap tahunnya. Film tersebut dikhususkan untuk bergenre non-drama.

Para pengamat film dan audiens banyak yang menyebutkan bahwa Gundala akan bersaing dengan film besar Hollywood seperti ‘Joker’ karya Todd Philips. Akun resmi TIFF 2019 juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada film besutan Joko Anwar tersebut lewat akun resminya yang menyebutkan exhilarating atau menggembirakan. Apresiasi juga diberikan oleh Golden Globes yang membuat Joko Anwar ‘berkeringat dingin’ atas kinerjanya bersama tim.Dengan masuknya Gundala dalam TIFF 2019 menandai titik balik kebangkitan film superhero Indonesia yang selama beberapa tahun belakangan sempat lesu dan didominasi oleh film bergenre horor, komedi, dan lainnya.

Baca juga:  Diana Rikasari, Ikuti Kata Hati untuk Gapai Kesuksesan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Topics

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id