Connect with us

Tokoh Nasional Indonesia

Diana Rikasari, Ikuti Kata Hati untuk Gapai Kesuksesan

Diana Rikasari meninggalkan pekerjaan kantoran untuk mengikuti kata hatinya menekuni dunia fashion.

Photo: Instagram Diana Rikasari

Diana Rikasari kini sudah terkenal sebelum menjadi seorang CEO sebuah fashion brand. Namun, jauh sebelum itu, ia juga pernah menjadi pegawai kantoran. Apa yang membuatnya meninggalkan pekerjaan dengan gaji tetap dan memilih untuk menekuni bidang fashion yang sebenarnya benar-benar baru untuknya?

Sempat bingung dengan jati diri

Sama seperti kebanyakan orang saat memasuki usia dewasa, Diana Rikasari pun sempat berada dalam fase “pencarian jati diri”. Selepas kuliah di jurusan Teknik Industri Universitas Indonesia, ia bekerja di bagian riset dan bertugas menganalisis data lapangan. Namun, ternyata saat sudah memiliki pekerjaan tetap, pertanyaan seputar jati diri masih membayangi Diana.

Ia kembali mengingat cita-citanya di masa kecil hingga remaja. Di suatu waktu ia ingin menjadi atlet akrobat, tapi di usia remaja justru berubah haluan ingin menjadi ekonom. Mengingat kembali mimpi-mimpinya tersebut, Diana pelan-pelan mulai memahami dirinya sendiri. Hal tersebut kemudian mendorongnya untuk mengejar mimpi dan berhenti bekerja sebagai pegawai kantoran.

Ikuti kata hati

Keputusannya untuk melepaskan karier sebagai pegawai kantoran jelas bukan tanpa sebab. Selain berkontemplasi tentang mimpi-mimpinya, ternyata di sela-sela waktu bekerjanya Diana mengambil pekerjaan sampingan. Wanita kelahiran Colorado, Amerika Serikat, ini kerap diminta mendesain, mengedit foto, memotret, hingga menjadi penata busana.

Pekerjaan sampingan tersebut ternyata justru menyulut jiwanya. Ia seolah mendapat panggilan hati untuk menekuni bidang desain dan fashion. Pada keputusan finalnya, Diana memutuskan untuk berhenti menjadi pegawai kantoran dan benar-benar serius menekuni bidang desain dan fashion yang dirasa merupakan passion-nya.

Baca juga:  Martha Itaar dan Vanda Astri Korisano, Pilot Wanita Asal Papua yang Membanggakan Indonesia

Menjadi fashion blogger

Hal pertama yang dilakukan Diana Rikasari kemudian adalah membuat sebuah blog dengan konten tentang fashion. Sejak kecil ia memang gemar menulis. Kegiatan menulis dianggapnya sebagai pengusir sepi karena Diana kecil kerap dijauhi teman-temannya. Ia yang lahir di luar negeri dianggap tidak bisa berkomunikasi dengan benar. Untuk mencurahkan segala unek-uneknya, Diana memilih untuk menulis.

Kegemaran tersebut kembali diolahnya saat mengelola blog fashion. Lewat tulisan, ia tidak hanya menyalurkan perasaannya, tetapi juga bercerita tentang gaya fesyennya.

Pada 2007, blog fesyenbuatan Diana Rikasari menjadi sorotan. Ini karena ia memiliki gaya yang unik. Diana kerap menampilkan mix and match pakaian yang sangat mencolok. Banyak yang memuji, tapi tidak sedikit pula yang mencibir. Bahkan ada orang-orang terdekat Diana yang menganggap blogging hanya buang-buang waktu.

Menggapai kesuksesan

Namun, Diana Rikasari tidak menghiraukan cibiran tersebut. Ia tetap mengikuti kata hatinya dan terus menampilkan karya yang memang benar-benar gambaran dirinya sendiri. Ketekunan tersebut ternyata membuahkan hasil. Blog fashion milik Diana banyak diikuti orang dan menarik minat perusahaan fashion. Dari situ ia dapat mengumpulkan pundi-pundi uang.

Hingga akhirnya pada 2011 ia memutuskan untuk mulai berbisnis. Diana memilih bisnis sepatu sebagai langkah awal. Sepatu yang diberi label UP tersebut bahkan sempat mendapat penghargaan International Young Creative Entrepreneur Award dari British Council pada 2012.

Baca juga:  Sosok-sosok di Balik Keputusan Deddy Corbuzier Mualaf

Kesuksesan bisnis sepatu ini kemudian membuat Diana melebarkan sayapnya. Pada 2016, ia merintis bisnis pakaian yang diberi label Schmiley Mo. Label ini dikhususkan untuk pakaian-pakaian daily wear. Sama seperti UP, Schmiley Mo juga sangat membanggakan. Beberapa kali label ini ditampilkan di pameran fesyenbergengsi dunia seperti London Fashion Week 2017 dan Torino Fashion Week 2018.

Itulah perjalanan Diana Rikasari menggapai kesuksesannya. Siapa sangka di balik kesuksesannya sekarang, ia sempat mengalami fase pencarian jati diri. Tidak ada yang menyangka juga kesuksesannya sebagai CEO dua brand fashion justru diawali hanya dengan mengikuti kata hati. Semoga kisah ini menginspirasi Sobat Alter.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Topics

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id