Connect with us

Motivasi Lifestyle

Dandhy Laksono: Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Dokumenter

Mengenal Dandhy Laksono, sosok di balik Sexy Killers yang membuat banyak film dokumenter bertemakan isu lingkungan di Indonesia.

ALTERMEDIA
Photo: Instagram @dandhy_laksono

Nama Dandhy Laksono mencuat menjelang pelaksanaan pemilu pada April 2019 lalu. Hal yang menyebabkannya tiba-tiba populer di kalangan masyarakat adalah film dokumenternya yang mengangkat topik kondisi lingkungan dan alam Indonesia. Sexy Killers, film garapan Dandhy Laksono dan Ucok Suparta, ditonton sebanyak 21 juta kali oleh masyarakat Indonesia. Film dokumenter ini menjadi fenomenal karena tanggal perilisannya yang dekat dengan pelaksanaan pemilu. Beragam komentar dan tanggapan dilayangkan pada film dokumenter Dandhy ini. 

Bagaimanakah sosok Dandhy Laksono yang sebenarnya? Dan apa alasan terbesar Dandhy membuat film dokumenter Sexy Killers? 

Di balik Sexy Killers Dandhy Laksono

Pria dengan nama lengkap Dandhy Dwi Laksono ini memang menunjukkan kecintaannya terhadap film dokumenter sejak lama. Sexy Killers bukanlah film dokumenter pertamanya. Film ini hanya satu dari dua belas film yang digarap Dandhy Laksono dengan Ucok Suparta. Film yang resmi dirilis di YouTube pada 13 April 2019 ini merupakan secuil kisah perjalanan yang dilakukan Dandhy Laksono saat mengelilingi Indonesia, dalam Ekspedisi Indonesia Biru sepanjang 2015. 

Sebelum resmi dirilis melalui kanal berbagi video gratis Youtube, film Sexy Killer sudah ratusan kali ditonton oleh jutaan pasang mata melalui acara nonton bareng di 476 titik di kota-kota seluruh Indonesia pada rentang 5-11 April 2019. Bahkan setelah dirilis di Youtube pun, Sexy Killers masih ditonton dalam acara nobar yang dilakukan oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga pesantren. 

Baca juga:  Makna Hari Ibu bagi Kaum Milenial

Alasan pemilihan judul Sexy Killers dan tema lingkungan yang diangkat

Sebagai penonton, mungkin Sobat Alter bertanya-tanya apa alasan pemilihan judul Sexy Killers untuk sebuah film dokumenter yang mengangkat tema pertambangan batu bara di Indonesia. Jika dilihat sekilas, memang judul Sexy Killers tidak menggambarkan film dokumenter tentang pertambangan batu bara. Namun, Dandhy Laksono memiliki pandangan sendiri tentang judul dan tema filmnya.

Film yang berlatar belakang pertambangan batu bara di Kalimantan Timur ini merupakan satu dari sekian banyak cerita perjalanan Dandhy Laksono dalam Ekspedisi Indonesia Biru. Dalam perjalanan tersebut, Dandhy Laksono menemukan banyak sekali cerita masyarakat terkait isu sosial yang dihadapi dan tidak pernah diangkat ke permukaan. Sebagai seorang jurnalis, Dandhy Laksono ingin Sobat Alter dan masyarakat lain mengerti bahwa ada banyak sekali masalah sosial di Indonesia. 

Menurut Dandhy Laksono, judul Sexy Killers digunakan untuk menggambarkan batu bara sebagai komoditas yang murah, masif, mudah, terjangkau, dan menghasilkan banyak keuntungan. Secara bisnis, batu bara ini dianggap seksi. Maka dari itu, diberikanlah judul Sexy Killers untuk film dokumenter yang mengangkat isu pertambangan batu bara. 

Mengenal sosok Dandhy Laksono dan rumah produksi WatchDoc 

Bagi yang tidak tahu, mungkin kamu akan bertanya-tanya siapa Dandhy Laksono dan bagaimana sepak terjang kariernya di bidang pembuatan film dokumenter hingga berhasil membuat film yang memukau jutaan masyarakat Indonesia. 

Baca juga:  Begini Cara Seorang CEO Menghadapi Tantangan Teknologi

Dandhy Laksono awalnya dikenal sebagai salah satu jurnalis senior dan profesional di sebuah media massa. Ia pernah bekerja di media cetak, online, televisi, dan radio. Ia adalah wartawan, aktivis, sekaligus pendiri rumah produksi film dokumenter WatchDoc. Setelah bertahun-tahun menjalani profesi sebagai jurnalis, Dandhy Laksono ingin lebih mengangkat tema dan isu sosial di Indonesia yang masih tersimpan rapat dan tidak pernah dibawa ke ruang publik. 

Dengan mendirikan rumah produksi WatchDoc, Dandhy Laksono membuat 125 episode film dokumenter dan 540 feature televisi, bersama sesama rekan mantan wartawan, Andhy Panca Kurniawan. Sebanyak 40 karya Dandhy Laksono yang dibuat di WatchDoc pernah mendapat berbagai macam penghargaan. 

Bisa dikatakan, hampir seluruh karya Dandhy Laksono di WatchDoc mengangkat isu lingkungan dan sosial Indonesia. Ini karena sebagai seorang jurnalis, Dandhy Laksono ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa masih banyak sekali hal yang tidak Sobat Alter ketahui. Melalui film dokumenternya, Dandhy Laksono ingin mengajak Sobat Alter dan masyarakat agar tidak menutup mata pada masalah yang terjadi di lingkungan sekitar. 

Inspiring other people
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Motivasi Lifestyle

Tokoh Pejuang Kelautan dan Perikanan Indonesia yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Ayo berkenalan dengan tiga tokoh yang membuat kelautan dan perikanan Indonesia bisa tetap kuat dan semakin berkembang hingga detik ini.

ALTERMEDIA
Photo: Pexels

Sebagai negara dengan wilayah perairan yang luas, julukan negara maritim disematkan kepada Indonesia. Hal ini tentu saja wajar karena kekayaan laut Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di dunia dan bisa menarik perhatian dunia.

Ya, kekayaan laut Indonesia yang melimpah membuat sosok-sosok berikut ini bisa memperkenalkan negara ini kepada dunia. Mereka memperjuangkan kelautan dan perikanan Indonesia. 

Apakah Sobat Alter penasaran? Jika penasaran, ayo berkenalan dengan tiga tokoh yang membuat kelautan dan perikanan Indonesia bisa tetap kuat dan semakin berkembang hingga detik ini.

Abdurrahman Wahid
Abdurrahman Wahid 
Photo:  Wikipedia bahasa Indonesia

Tokoh kelautan Indonesia pertama yang berhasil memperjuangkan kelautan dan perikanan adalah Abdurrahman Wahid atau yang biasa dikenal sebagai Gus Dur. Jika mendengar nama beliau, pastinya banyak yang tidak menyangka bahwa pada masa kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-4 ini, Gus Dur menciptakan Departemen Eksplorasi Laut yang merupakan cikal bakal Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ya, ketika pada masa sebelumnya sama sekali tidak ada yang peduli atau memfokuskan satu pemimpin di kabinet pemerintahan untuk mengurus kelautan dan perikanan, Gus Dur malah melihat faktor ini harus dipimpin oleh seorang menteri.

Ide brilian ini terus dieksekusi secara perlahan-lahan, walaupun awalnya sempat mengalami kesulitan juga. Bahkan ketika sudah tidak menjabat sebagai presiden, Gus Dur masih tetap membantu para nelayan tentang kebijakan penggunaan jaring batu yang hanya menguntungkan perusahaan besar saja pada 2006. Dari sikap dan dedikasi Gus Dur dalam kelautan dan perikanan Indonesia, sudah sangat jelas beliau layak masuk ke dalam daftar ini.

Baca juga:  Sekolah Cara Racik Kopi yang Benar
Rokhmin Dahuri
Rokhmin Dahuri
Photo:  Wikipedia bahasa Indonesia

Tokoh kelautan Indonesia kedua yang berhasil memperjuangkan kelautan dan perikanan adalah Rokhmin Dahuri. Jika Sobat Alter masih asing mendengar namanya, Rokhim adalah Menteri Eksplorasi Kelautan yang kemudian berganti menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2001 hingga 2004. Sejak kecil, beliau sudah sangat dekat dengan dunia laut dan perikanan Indonesia.

Kedekatan itu dikarenakan beliau lahir dengan ayah seorang nelayan tradisional dan ibu seorang pedagang ikan pasar. Perjalanan kariernya pun dibangun berdekatan dengan dunia yang sudah dikenalnya sejak kecil itu. Bahkan ketika masih menjadi Direktur Jenderal Pesisir dan Pulau-pulau Kecil saat Gus Dur masih memerintah, Rokhmin terus mengemukakan perjuangannya kepada pemerintahan. Berkat usahanya ini, Rokhmin berhasil naik menjadi menteri di pemerintahan Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti
Photo:  Wikipedia bahasa Indonesia

Tokoh kelautan Indonesia ketiga yang berhasil memperjuangkan kelautan dan perikanan adalah Susi Pudjiastuti. Jika Sobat Alter tidak mengikuti sepak terjang beliau selama menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Kerja, maka sangat disayangkan.

Ya, pernyataan di atas tidaklah berlebihan. Wanita yang akrab dipanggil Bu Susi ini terlihat sangat jelas memperjuangkan hak nelayan yang semakin terganggu para pengusaha besar. Nama beliau tidak hanya terkenal di Indonesia saja. Ia tersohor hingga ke dunia internasional berkat salah satu kebijakannya yang dianggap kontroversial, tapi sangat didukung masyarakat Indonesia, yaitu menenggelamkan kapal asing pencuri ikan.

Baca juga:  Pernikahan Termewah di Dunia yang Akan Mengubah Pikiranmu!

Dengan kebijakannya yang ingin menjaga kekayaan laut dan perikanan Indonesia dari pihak asing, Bu Susi tidak pernah setengah hati menjalankan tugasnya dan menjadi menteri yang dicintai oleh rakyat Indonesia yang senang melihat tugasnya selama ini.

Bagaimana? Apakah Sobat Alter sudah kenal dengan tiga tokoh di atas? Demi bisa menjaga kekayaan kelautan dan perikanan Indonesia, Sobat Alter jangan lupa untuk turut ikut andil agar julukan negara maritim semakin kuat sepanjang waktu.

Inspiring other people
Continue Reading

Motivasi Lifestyle

Belajar Jadi “Orang Bodoh” yang Sukses dari Bob Sadino

Ada banyak pelajaran dan motivasi yang bisa dipetik dari kehidupan pengusaha sukses Bob Sadino. Termasuk jadi “orang bodoh” yang sukses!

altermedia indonesia
Photo: Wikipedia bahasa Indonesia

Pengusaha sukses asal Lampung, mendiang Bob Sadino, memang memiliki kisah hidup yang selalu menarik untuk dibahas. Selain penampilannya yang selalu terlihat nyentrik, Bob Sadino juga punya kiat-kiat nyeleneh agar bisa menjadi seorang yang sukses secara finansial. Tertarik untuk bisa sukses seperti Bob Sadino? Simak perjalanan hidup beserta wejangan-wejangan dari mendiang Bob Sadino berikut ini, Sobat Alter!

Lahir dari keluarga berkecukupan

Sebenarnya Bob Sadino lahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Warisan dari orang tuanya yang didapat saat ia berusia 19 tahun bahkan mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Namun, alih-alih memilih hidup tenang dengan harta warisan, Bob justru memilih untuk berkeliling dunia.

Setelah puas menjelajah dunia, Bob memutuskan untuk tinggal di Belanda dan bekerja untuk Djakarta Lloyd. Di sana ia kemudian memutuskan untuk menikahi Soelami Soejoed. 

Sembilan tahun berselang, Bob dan keluarga kecilnya memutuskan untuk kembali ke Tanah Air pada 1967. Kepulangan Bob saat itu bisa dibilang sangat mewah karena ia juga mengangkut dua buah mobil Mercedes miliknya. Sesampainya di Tanah Air, ia bahkan membeli tanah di kawasan elite Kemang, Jakarta Selatan.

Keluar dari pekerjaan kantoran

Pulang ke Indonesia juga membuat Bob terbuka akan pemikiran-pemikiran baru. Salah satunya adalah keinginan untuk mulai merintis usaha sendiri dan berhenti menjadi karyawan. Ide tersebut pun ia jalani. Ia keluar dari perusahaan yang memberinya gaji besar dan memutuskan untuk menyewakan dua mobil mewahnya.

Baca juga:  8 Film Kartun Tidak Layak untuk Anak-Anak

Sayang, pada suatu saat, mobil-mobil mewah tersebut harus mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat digunakan lagi. Dengan penghasilan yang tidak seberapa, Bob pun tidak bisa memperbaiki mobilnya seperti sedia kala. Ia akhirnya memilih untuk menjadi seorang kuli bangunan dengan gaji Rp100 setiap hari.

Rintis bisnis baru tanpa pikir panjang

Perubahan karier dari seorang pekerja kantoran menjadi kuli bangunan tentu membuat mental Bob jatuh. Ia bahkan sempat merasa depresi di masa-masa itu.

Beruntung, seorang rekan menyarankan Bob Sadino untuk memulai bisnis telur ayam negeri. Bob, yang memang terkenal tidak suka membuat perencanaan, pun langsung mengiyakan ide tersebut. Dengan modal seadanya, ia mulai merintis bisnis telur ayam negeri untuk bersaing dengan telur ayam kampung yang populer saat itu.

Namun, lama-kelamaan bisnis nekat Bob mulai mendapat pasar tersendiri. Para ekspatriat dan orang Indonesia yang lama bermukim di luar negeri sangat menyukai telur dagangannya. Harga telur ayam negeri yang cukup bersahabat pun lama-kelamaan menarik lebih banyak pembeli lokal. Siapa sangka, kesuksesan tersebut dimulai dari pemikiran “bodoh” karena diambil dalam waktu singkat?

Segera kembangkan bisnis baru

Meski bisnis telur ayam negeri miliknya bisa dibilang tidak selalu mulus, Bob tidak kapok untuk memulai bisnis baru yakni berjualan daging ayam kampung. Pada awal-awal perluasan bisnis ini sudah bisa diduga. Bob selalu merugi karena orang-orang tidak terlalu tertarik dengan daging ayam negeri.

Baca juga:  Waspada Gejala Post Power Syndrome

Namun, dalam buku Belajar Goblok dari Bob Sadino, justru hal itulah yang dicarinya. Ia menganggap bahwa kerugian dan kegagalan adalah sebuah hal yang wajib dilalui sebelum mencapai kesuksesan. 

Sebenarnya masih ada banyak hal yang bisa dipelajari dari kehidupan mendiang Bob Sadino. Namun, dari sini saja Sobat Alter bisa belajar bahwa pemikiran-pemikiran nyeleneh atau bahkan bodoh seperti mencari kegagalan pun bisa mendatangkan kesuksesan. Bagaimana, Sobat Alter, tertarik untuk mengikuti tips bisnis ala orang bodoh dari Bob Sadino?

Inspiring other people
Continue Reading

Motivasi Lifestyle

Kisah Dede Oetomo, Perjuangkan Hak-Hak Kaum LGBT di Indonesia

Dede Oetomo, aktivis LGBT Indonesia, GAYa Nusantara
Photo: Pexels

Berbicara mengenai LGBT di Indonesia merupakan hal tabu bagi sebagian besar masyarakat. Perilaku dari kaum ini dianggap menyimpang dan tidak sesuai dengan norma baik norma sosial hingga norma agama. Adalah Dede Oetomo, seorang sosiolog, aktivis AIDS, dan aktivis gay di Indonesia yang salah satunya kerap memperjuangkan hak-hak kaum LGBT di Tanah Air untuk mendapatkan perlakuan yang sama di masyarakat. Bagaimana sepak terjangnya dalam memperjuangkan hak kaum LGBT dan kisahnya membangun organisasi gay di Indonesia? Inilah kisahnya yang bisa Sobat Alter ikuti!

Perjuangkan Hak Kaum LGBT

Sebagai aktivis yang getol memperjuangkan hak-hak kaum LGBT di Indonesia, Dede Oetomo sejak dulu dikenal telah melakukan berbagai macam jalur. Doktor linguistik lulusan Cornell University ini pun sejak dulu tidak segan-segan untuk terbuka mengenai keberadaannya sebagai seorang gay. Bahkan dia menjadikannya sebagai kebanggaan karena merasa berbeda dari masyarakat pada umumnya. Demikian seperti yang ditulis dalam Majalah Matra Edisi 104, Maret 1995 silam.

Dede Oetomo tidak hanya memberikan advokasi kepada kaum LGBT secara terbuka. Dia pun juga pernah mendaftarkan diri menjadi komisioner komnas HAM pada 2012 lalu, dengan harapan suatu saat nanti mereka akan diakui eksistensinya sebagai manusia dan dihormati hak asasinya di bawah naungan HAM.

Dirinya juga pernah bercita-cita suatu saat nanti ada partai khusus bagi kaum LGBT. Dari sanalah diharapkan kaum LGBT ini bisa menyuarakan aspirasinya dalam roda pemerintahan dan politik. Hingga saat ini pemerintah masih bersikap dingin terhadap kelompok ini. Salah satu bentuk advokasi dan pelayanan konseling serta perlindungan terhadap kaum LGBT di Indonesia yang dilakukan Dede Oetomo ialah dengan membentuk organisasi GAYa Nusantara dan IDAHOT.

Baca juga:  Manfaat Membuat Asuransi Umum Maupun Khusus

Dirikan Organisasi GAYa Nusantara

GAYa Nusantara bisa dibilang sebagai pelopor gerakan LGBT di Surabaya. Organisasi ini didirikan pada 1 Agustus 1987 di Surabaya. Tujuan utamanya adalah sebagai wadah bagi para kaum LGBT untuk berkomunikasi dan menjalin pertemanan dengan sesama di Tanah Air. Lambat laun, organisasi ini pun juga didirikan di berbagai kota seperti di Jakarta, Bandung, Sidoarjo, dan Makassar.

Berbeda dengan organisasi lainnya, selain fokus melakukan advokasi, organisasi ini tidak menghimpun anggota. Jadi, dapat dibilang hanya menyediakan layanan saja kepada masyarakat mengenai kaum LGBT. Pelayanan itu mulai dari penerbitan majalah bulanan, memberikan bimbingan konseling bagi masyarakat tentang LGBT, hingga melakukan kampanye pencegahan terhadap penyakit HIV dan AIDS.

Organisasi ini pun juga akan memfasilitasi dan memberikan advokasi khususnya bagi para pria gay untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan mendapatkan penghasilan seperti mayoritas masyarakat pada umumnya.

IDAHOT di Indonesia

IDAHOT merupakan akronim dari International Day Against Homophobia and Transphobia. Gerakan ini diperingati setiap tanggal 17 Mei yang bertujuan untuk melawan adanya homofobia dan transfobia. Perayaan IDAHOT di Indonesia juga bisa dibilang menjadi hal yang cukup baru dan muncul pada 2012 lalu.

Di setiap tahunnya, organisasi dan kelompok LGBT menggelar aksi ini di depan masyarakat umum. Semangat IDAHOT seiring berjalannya waktu semakin menjadi relevan. Bahkan kini tidak hanya organisasi LGBT seperti GAYa Nusantara dan serupa saja yang melakukan aksi seperti ini, melainkan juga kelompok lain seperti kelompok perempuan yang menuntut adanya kesetaraan gender hingga kelompok-kelompok yang bergerak dalam ranah hak asasi manusia.

Baca juga:  Pernikahan Termewah di Dunia yang Akan Mengubah Pikiranmu!

Kisah Dede Oetomo bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus membantu memperjuangkan hak-hak kaum minoritas di Indonesia. Terlepas dari orientasi seksual, latar belakang agama, dan lainnya, pada dasarnya kita memiliki derajat yang sama. Jadi, tidak ada alasan untuk merendahkan atau menjatuhkan orang lain.

Inspiring other people
Continue Reading

Motivasi Lifestyle

Unik, Inilah Cara Elan Jaelani Tingkatkan Minat Baca Anak Indonesia

Elan Jaelani ternyata punya cara unik untuk meningkatkan minat baca anak Indonesia, yakni melalui perpustakaan sampah, seperti apa?

perpustakaan sampah
Photo: PxHere

Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, khususnya di kota Bogor, membuat hari Elan Jaelani tergerak. Dengan bermodalkan semangat, beberapa perlengkapan pendukung, dan tempat tinggalnya, dia memutuskan untuk membuka perpustakaan sekaligus bank sampah bagi masyarakat. Langkah kecil ini ternyata membuahkan hasil positif dan mengantarkannya ke berbagai prestasi dan penghargaan. Bahkan dirinya juga sempat diundang menjadi tamu kehormatan di Istana Negara.

Melihat Dunia Lewat Sampah

Perpustakaan Elan Jaelani tampak sedikit berbeda dan unik bila dibandingkan dengan perpustakaan lainnya di mana pun. Perpustakaan yang berada di tempat tinggalnya di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Bogor tersebut mengharuskan siapa saja termasuk anak-anak untuk menyumbangkan sampah plastik jika ingin membaca buku atau meminjamnya.

Semakin banyak sampah plastik yang dibawa, maka akan semakin baik. Perpustakaan yang didirikan pada 2015 ini memberikan bimbingan gratis kepada anak-anak sekitar untuk mengembangkan minat dan bakatnya masing-masing. Demikianlah perpustakaan milik Elan Jaelani juga menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Indonesia sekaligus meningkatkan kepedulian mengenai lingkungan, khususnya dalam penanganan sampah plastik yang kian hari kian memperburuk kondisi lingkungan kita.

Biasanya perpustakaan mini ini ramai dikunjungi setelah jam pulang sekolah. Umumnya yang datang adalah pelajar SD di sekitar lingkungan perpustakaan. Namun, Elan Jaelani tidak membatasi hanya untuk pelajar. Baginya, siapa pun boleh membaca dan menambah wawasan di perpustakaannya asalkan membawa sampah plastik untuk ditabung.

Baca juga:  Keikhlasan Pengantin dalam Pernikahan Sederhana, Kamu Bisa?

Membantu Masyarakat Sekitar

Apa yang dilakukan oleh Elan Jaelani mendapatkan respons positif bagi masyarakat. Pasalnya, tidak hanya lingkungan yang semakin bersih dan minat baca masyarakat yang meningkat, perpustakaan ini juga sangat membantu perekonomian masyarakat. Sampah yang dibawa warga atau pengunjung nantinya akan ditimbang. Sebagai gantinya, masyarakat bebas memilih berupa makanan, jajanan, atau uang. Akan tetapi, uang itu tidak diambil, melainkan ditabung.

Rata-rata sampah yang dibawa memang kurang dari satu kilogram. Maka, sampah perlu ditabung terlebih dahulu hingga mencapai satu kilogram. Per kilogramnya sampah itu dihargai Rp2.000 hingga Rp2.500. Anak-anak biasanya dapat menukarkannya dengan jajanan atau ditabung untuk keperluan besar seperti misalnya untuk Lebaran.

Selain anak-anak, perpustakaan milik Elan Jaelani juga diminati oleh para ibu rumah tangga. Para ibu rumah tangga di kampung Pamoyanan merasa sangat terbantu dengan adanya bank sampah. Dari situlah nantinya para ibu-ibu menukarkan sampah dengan produk kebutuhan sehari-hari seperti bumbu dapur dan sabun cuci.

Bertemu dengan Presiden

Upaya pria lulusan S-1 Sistem Informasi STMIK M.H. Thamrin Jakarta ini pun telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya antara lain adalah peringkat dua lomba pelopor pengelolaan sampah 2016 oleh Pemerintah Kota Bogor. Di tahun yang sama, dia juga meraih penghargaan Gerakan Kebaikan Keluarga Indonesia dalam rangka Hari Keluarga Nasional XXII 2016 oleh GiGa Indonesia yang didukung oleh BKKBN, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta IPB.

Baca juga:  Menangkal Post Power Syndrome

Tidak hanya itu, Elan Jaelani juga mendapatkan penghargaan bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo bersama rekan-rekan pegiat literasi lain se-Indonesia dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2017 lalu. Pada awalnya, Elan Jaelani sempat tidak percaya jika mendapatkan undangan khusus bertemu presiden. Setelah dikonfirmasi, ternyata hal itu benar dan Elan dapat memaparkan kegiatannya kepada para tamu undangan, termasuk Menteri Pendidikan kala itu, Muhadjir Effendi.

Setidaknya, apa yang dilakukan oleh Elan Jaelani ini dapat memotivasi kita untuk berbuat baik terhadap sesama dan lingkungan dengan apa yang kita bisa. Semua bisa terwujud asalkan diawali dengan niat dan tekad yang kuat dalam membantu memperbaiki kondisi yang ada menjadi lebih baik.

Inspiring other people
Continue Reading

Motivasi Lifestyle

Qory Sandioriva, Mantan Puteri Indonesia yang Kini Berjuang Melawan Lupus

Lama tidak terdengar karyanya, mantan Putri Indonesia Qory Sandioriva ternyata mengidap penyakit lupus. Seperti apa kisahnya?

Qory Sandioriva, penyakit autoimun, penyakit lupus
Photo: @qorysandioriva

Nama Qory Sandioriva mungkin pernah terdengar beberapa tahun lalu. Perempuan kelahiran Jakarta ini sempat terpilih menjadi Puteri Indonesia 2009 dan mewakili Indonesia dalam ajang internasional Miss Universe. Pascakeikutsertaannya dalam ajang tersebut, Qory selalu mendapat banyak tawaran tampil on air dan off air. Namun, tiba-tiba saja ia menghilang. Ternyata Qory kini sedang berjuang melawan lupus. Bagaimana kisahnya kini?

Mulai terkenal sejak ikuti Puteri Indonesia

Qory Sandioriva mulai dikenal masyarakat sejak mengikuti ajang kecantikan Puteri Indonesia 2009. Saat itu, Qory mewakili Daerah Istimewa Aceh. Keikutsertaan Qory saat itu bisa dibilang cukup mengundang kontroversi. Ia dianggap tidak mampu mewakili nilai-nilai yang selalu ada di Aceh.

Walau mendapat banyak tekanan, Qory justru keluar sebagai pemenang ajang Puteri Indonesia 2009 dan berhak mewakili Indonesia dalam ajang Miss Universe 2010. Namun, di ajang kecantikan level internasional tersebut, Qory gagal mempersembahkan gelar ratu sejagad untuk Indonesia.

Menjadi artis yang menghiasi layar kaca

Meski Qory tidak berhasil membawa pulang mahkota Miss Universe, ia menjadi sangat terkenal setelah pulang ke Indonesia. Tawaran untuk membintangi film, sinetron, atau iklan terus mengalir hingga wajahnya saat itu bolak-balik muncul di layar kaca Indonesia,

Beberapa karya terkenal yang ia bintangi adalah film Purple Love (2011) dan Mother Keder: Emakku Ajaib Bener (2012). Namun, setelah pernikahannya dengan Ramon Y. Tungka pada November 2012, ia seolah menghilang dari dunia selebriti. Banyak yang beranggapan bahwa Qory ingin lebih fokus menjadi seorang istri dan ibu. Ternyata, alasannya bahkan lebih rumit dari itu.

Baca juga:  Sekolah Cara Racik Kopi yang Benar

Terdiagnosis penyakit autoimun

Mundurnya Qory Sandioriva dari dunia keartisan pada saat itu tidak hanya dilatari oleh keinginannya untuk fokus menjadi istri Ramon Y. Tungka. Namun, ternyata Qory terdiagnosis suatu jenis penyakit autoimun yang sering disebut sebagai lupus. Tanda-tanda adanya penyakit tersebut bahkan telah dirasakannya sejak mengikuti ajang Putri Indonesia 2009. Ia kerap pingsan saat merasa terlalu kelelahan.

Untuk mengobati penyakit tersebut, Qory bahkan rela terbang ke Korea Selatan. Temannya yang seorang dokter menganjurkan untuk terbang ke Korea karena di sana sudah ada teknologi terbaru untuk menangani penyakit autoimun.

Kehidupan setelah menjadi penderita lupus 

Qory Sandioriva mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak banyak perubahan yang terjadi pada fisiknya. Mungkin perubahan yang paling terlihat adalah pertambahan berat badan karena mengonsumsi steroid untuk menekan penyebaran autoimun meluas dalam tubuh.

Terlebih pada saat itu ia sedang mengandung, maka pertambahan berat badannya pun sangat terlihat. Selain itu, kulit Qory pun terkadang mengeluarkan ruam-ruam merah yang terasa nyeri saat disentuh.

Walau begitu, hal tersebut tidak pernah menghalanginya untuk mencurahkan kasih saying pada buah hatinya. Ia justru merasa diberi waktu yang lebih banyak untuk merawat buah hatinya dengan tangannya sendiri. Keluarga pun selalu memberikan dukungan yang melimpah untuknya. Jadi, ia pun selalu bersemangat untuk menjalani hari-harinya.

Kembali ke layar kaca

Baca juga:  8 Film Kartun Tidak Layak untuk Anak-Anak

Dengan dukungan penuh dari keluarga serta pengobatan yang dijalaninya, Qory Sandioriva pun lebih percaya diri untuk kembali berkarya. Ia bahkan kembali bermain film pada 2018. Di samping itu, Qory juga mulai menerima tawaran untuk tampil di acara talk show dan bercerita tentang penyakit yang diidapnya.

Sekarang, Qory sudah bisa beraktivitas seperti biasa dan membesarkan buah hatinya. Semua tidak lepas dari lingkungan yang selalu mendukungnya untuk sembuh. Semoga sehat selalu!

Apa yang bisa dipelajari dari cerita Qory Sandioriva dan penyakitnya? Sobat Alter mungkin sempat melihat beberapa kata “dukungan” dimunculkan. Ya, itulah yang amat dibutuhkan oleh orang yang sedang sakit, terutama yang mengidap penyakit serius seperti lupus. Ingat, jauhi penyakitnya, bukan orangnya ya!

Inspiring other people
Continue Reading

Topics

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id