Connect with us

Tokoh Nasional Indonesia

Cerita Jemi Ngadiono, Pendiri 1000 Guru yang Sempat Nyaris Putus Sekolah

Sebagai penggagas gerakan yang mendukung pendidikan hingga ke pelosok negeri, siapa sangka bahwa Jemi Ngadiono ternyata pernah mengalami masa sulit dimana terancam putus sekolah?

seribu guru
Photo: Seribuguru.org

Sobat Alter, pernah dengar gerakan 1000 Guru? Ini adalah sebuah gerakan yang menggagas penyebaran ilmu ke pelosok Indonesia demi perataan pendidikan? Tahu, tidak, bahwa ternyata Jemi Ngadiono, sang penggagas gerakan 1000 Guru, adalah orang yang dulunya sempat terancam putus sekolah dan pernah tinggal di panti asuhan demi bisa melanjutkan pendidikan.

Mungkin benar kata pepatah, bahwa orang yang memiliki pengalaman pahit akan tumbuh menjadi sosok yang lebih peduli dan mengerti. Seperti Jemi Ngadiono, karena pernah memiliki kehidupan pendidikan yang tidak mudah, kini ia bertekad untuk memberikan akses pendidikan kepada seluruh anak di pelosok negeri. Bagaimana sosok Jemi Ngadiono dan cerita mengajarnya bersama gerakan 1000 Guru?

Kisah pahit Jemi Ngadiono sewaktu kecil 

Jemi Ngadiono, lahir pada 11 Mei 1984. Sebagai anak kecil yang polos, ia tidak terlalu paham dengan kondisi orang tuanya pada saat itu. Ia juga tidak terlalu mengerti bahwa ia terancam putus sekolah karena ketidakmampuan orang tuanya dalam hal finansial. Di sisi lain, orang tua Jemi Ngadiono ingin anaknya terus mendapatkan pendidikan yang layak.

Berangkat dari keinginan kuat orang tua Jemi Ngadiono demi memberikan pendidikan yang layak pada anaknya, maka Jemi terpaksa harus dititipkan di panti asuhan. Dengan dititipkan di panti asuhan, Jemi Ngadiono akhirnya bisa terus melanjutkan pendidikannya. Pada saat itu, ia mengerti bahwa pendidikan tidak bisa dengan mudah didapat oleh siapa pun. Ada banyak anak tidak beruntung di luar sana yang tidak merasakan bagaimana serunya belajar di sekolah bersama dengan teman-teman.

Baca juga:  Deddy Corbuzier, Sosok Penuh Inspirasi di Balik Penampilan Sangar

Dari pemahaman itulah Jemi Ngadiono bertekad bahwa suatu hari, ketika sudah dewasa, ia akan membantu anak-anak untuk bersekolah. Ia tidak ingin anak-anak di seluruh pelosok negeri mengalami nasib pahit yang pernah menimpa dirinya.

Menggagas gerakan 1000 Guru

Pada 2012, keinginan Jemi Ngadiono bisa terwujud. Ia menggagas komunitas sekaligus gerakan 1000 Guru untuk menyebarkan pendidikan gratis setiap bulan pada anak-anak di berbagai daerah di Indonesia. Ia merekrut berbagai kalangan, tidak hanya akademisi, untuk ikut bersamanya menjelajahi pelosok negeri dan memberikan pendidikan gratis pada anak-anak di sana.

Siapa pun bisa menjadi guru. Jemi Ngadiono mengundang semua orang dari berbagai profesi seperti polisi, pengusaha, guru, dokter, bahkan mahasiswa, untuk traveling bersamanya dan membagikan ilmu secara cuma-cuma pada anak-anak daerah. 

Bukan hal yang mudah memang mengajak orang untuk mau memberikan pendidikan ke berbagai penjuru Indonesia. Saat awal didirikan, Jemi Ngadiono hanya berhasil mengajak tiga orang bergabung bersamanya. Lalu, jumlah tersebut meningkat menjadi tujuh. Tak hilang akal, Jemi Ngadiono membagikan keseruan menjadi pengajar di pelosok melalui akun Instagram 1000 Guru. Dari sanalah ia berhasil merekrut ratusan orang hingga akhirnya 1000 Guru terlibat di 40 regional di seluruh Indonesia.

Traveling and teaching 

Gerakan 1000 Guru yang digagas oleh Jemi Ngadiono ini menerapkan konsep traveling and teaching. Dengan begitu, para volunter 1000 Guru tidak hanya diajak untuk mengajar, tetapi juga mengeksplorasi keindahan negeri dari berbagai pelosok. Jemi ingin setiap volunter 1000 Guru tidak merasa terbebani dengan tugasnya sebagai pengajar. Maka dari itu, sembari mengajar, relawan akan diajak jalan-jalan oleh Jemi. Dengan begini, 1000 Guru menjadi sebuah komunitas seru sekaligus ajang berbagi dengan sesama.

Baca juga:  Qory Sandioriva, Mantan Puteri Indonesia yang Kini Berjuang Melawan Lupus

Jemi Ngadiono ingin agar 1000 Guru berkembang menjadi tempat untuk saling memberi inspirasi. Volunter belajar semangat pantang menyerah dari anak-anak daerah yang kurang beruntung dalam pendidikan. Sementara anak-anak pelosok negeri bisa terinspirasi untuk menjadi sosok yang sukses menggapai cita-cita seperti para pengajar di 1000 Guru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Topics

Trending

Copyright © 2019 Altermedia.id